Dinas Kesehatan Bandung Bentuk Tim Khusus Selidiki Kasus Keracunan Makanan di Sindangsari

Roni Kurniawan    •    Selasa, 22 Sep 2015 10:26 WIB
keracunan makanan
Dinas Kesehatan Bandung Bentuk Tim Khusus Selidiki Kasus Keracunan Makanan di Sindangsari
Foto: Ilustrasi korban keracunan makanan yang dirawat di rumah sakit/MI_Abdus Syukur

Metrotvnews.com, Bandung: Dinas Kesehatan Kota Bandung, Jawa Barat, investigasi kasus keracunan makanan yang menimpa puluhan warga Sindangsari RT 3/4, Cipadung Kulon, Panyileukan, Kota Bandung. Dinkes Kota Bandung akan membentuk tim khusus menyelidiki kasus keracunan makanan ini.

"Kami masih melakukan investigasi terkait adanya keracunan makanan yang terjadi di lokasi pesta warga," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Ahyani Raksanegara saat dihubungi Metrotvnews.com, Selasa (22/9/2015).

Ahyani mengatakan, tim khusus itu akan memeriksa sampel makanan pada hajatan khitan yang digelar, UD, 48, itu. Tim lainnya, akan mendata korban keracunan makanan yang masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Ujungberung, Kota Bandung.

"Karena ini sumbernya juga di satu tempat, kita pun membuat posko kesehatan dekat rumah para korban. Ini supaya memudahkan mereka yang mengalami sakit ringan biar tertangani," ujar dia.

Diakui Ahyani, korban keracunan akibat makanan tersebut diprediksikan akan terus bertambah. Karena, lanjutnya, proses pencernaan setiap orang berbeda-beda dan kemungkinan akan berdampaknya secara bertahap. Ia pun menganjurkan bagi warga yang masih mengeluhkan sakit, petugas Dinkes akan memberikan penanganan di dekat kediaman warga.

"Kita berikan norit sama oralit untuk penanganan keluhan ringan," imbuh dia.

Selain itu, korban yang telah mendapatkan penanganan dan sudah pulang ke rumah diminta untuk tetap menjaga asupan. Terlebih para korban diminta untuk terus minum untuk menghindari dehidrasi.

"Untuk pemulihan, asupan makanan juga harus dijaga. Pelan-pelan saja, bertahap karena kan saluran pencernaan baru sakit. Makanan juga harus dijaga. Kalau bisa makan makanan rumah saja, jangan jajan," kata dia.

Sementara, Kepala Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Ujungberung Sri Cahyati mengatakan, pihak rumah sakit telah melakukan upaya penanganan terhadap warga yang datang langsung mengadukan keluhan.

"Kita lakukan penanganan memberikan terapi sesuai dengan gejalanya. Lama penanganannya setengah jam. Warga ada yang mengalami gejala-gejala sakit seperti muntah, mencret dan panas," kata Sri.

Sebelumnya, sebanyak 113 orang (sebelumnya diberitakan 80 orang) dilarikan ke RSUD Ujung Berung, Bandung, pada Senin 21 September akibat keracunan setelah menyantap hidangan makanan di hajatan khitan yang digelar UD, pada Minggu (20/9/2015). Hingga kini, korban masih dirawat di RSUD Ujung Berung. Selain Dinkes, Polsek Panyileukan pun tengah menyelidiki kasus ini.


(TTD)