Serap Biodisel 20%, Pertamina Hemat USD1,9 Miliar Tahun Depan

Suci Sedya Utami    •    Selasa, 22 Sep 2015 14:58 WIB
biofuel
Serap Biodisel 20%, Pertamina Hemat USD1,9 Miliar Tahun Depan
Dirut Pertamina Dwi Soetjipto. FOTO: MI/ADAM DWI

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah telah memandatory PT Pertamina (Persero) untuk menggunakan 20 persen biodiesel (B20) dalam campuran bahan bakar minyak (BBM) jenis solar tahun depan.

Dengan mandatory tersebut, Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto mengatakan, perusahaan BUMN ini menghitung akan bisa menghemat pengeluaran dolar sebesar Rp1,9 miliar yang biasa digunakan untuk mengimpor bahan bakar pada tahun depan.

"Kita akan serap 5,14 juta kiloliter (kl) biodiesel selama satu tahun ke depan, maka kita akan mengurangi impor sebesar USD1,9 miliar," kata Dwi, ditemui usai rakor penyerapan biodiesel di kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa (22/9/2015).

Dwi juga mengatakan, tahun ini mandat yang diberikan yakni penggunaan biodiesel 15 persen yang akan diberlakukan mulai Oktober 2015. Pertamina akan menyerap biodiesel petani 330 ribu kl setiap bulan. Sehingga impor BBM solar yang bisa dihemat, sebut Dwi, setara 966.785 Kl untuk tiga bulan ke depan mulai Oktober-Desember 2015.

"Kita juga bisa mengurangi impor (BBM) sebesar USD360 juta dalam kurun waktu tiga bulan itu. Sedangkan dengan besaran penggunaan biodiesel 5,14 juta kl tahun depan, pengurangan impornya mencapai USD1,9 miliar. Itu sangat signifikan untuk makroekonomi kita," tegas dia.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Sawit, Bayu Krisnamurthi menambahkan, pihaknya akan memberi dukungan dana sawit untuk membayar selisih harga antara biodiesel dan Mean of Plats Singapore (MOPS) Solar kepada PLN, bukan hanya untuk keperluan subsidi (PSO).

"Biodiesel 25 persen yang diserap PLN, selisih harga biodiesel akan didukung dana sawit. Dengan perubahan ini, dukungan dana untuk selisih harga MOPS dan indeks biodiesel tahun ini sebesar Rp2,5 triliun. Itu dana yang akan diberikan BPDP Sawit," jalas Bayu.


(AHL)