Saran Busyro Muqoddas untuk Kepala Desa

Patricia Vicka    •    Selasa, 22 Sep 2015 18:18 WIB
dana desa
Saran Busyro Muqoddas untuk Kepala Desa
Mantan Ketua KPK Busyro Muqoddas. (Metrotvnews.com/Patricia Vicka)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Mantan Ketua KPK periode 2010-2011 Busyro Muqoddas turut mengomentari persoalan dana desa (dandes). Busyro yang juga mantan Ketua Komisi Yudisial ini memberi tips agar kepala desa tak terjerat hukum.

Busyro merasa perlu adanya kegiatan prariset sebelum pemakaian dandes. Ia menilai riset sangat dibutuhkan sebagai panduan para pemerintah desa (pemdes) untuk mengalokasikan dandes ke pembangunan yang tepat sasaran dan desain untuk memberi keamanan pemdes dari sisi hukum.

"Prariset sebelum pemakaian ini untuk mencari tahu dandes mau dipakai untuk apa. Berapa persen alokasinya. Apa saja yang perlu dibangun. Lalu hasil yang diinginkan seperti apa," tuturnya seusai diskusi Darurat Korupsi: Mengawal Peta jalan KPK dalam Pemberantasan Korupsi di Indonesia, di Yogyakarta, Selasa (22/9/2015).

Hasil riset sangat dibutuhkan pemdes dan masyarakat desa agar tidak bingung menjalankan dan membelanjakan dandes. Nantinya, evaluasi dan pembatasan penggunaan dandes bisa dilihat dari hasil riset tersebut.

"Misalnya, melakukan riset apa kebutuhan masyarakat di sebuah desa. Lalu pembangunan apa saja yang akan dilakukan yang sesuai kebutuhan. Apakah pembangunan itu reasonable. Nanti saat evaluasi bisa terlihat batasan dan pencapaian, sejauh mana pembangunan yang dilakukan. Apakah pembangunan keluar dari riset," jelasnya.

Namun, menurutnya untuk melakukan riset pemdes harus mendapat bantuan dari perguruan tinggi dan masyarakat sipil untuk melaksanakan riset tersebut. "Lurah engga mungkin melakukan riset sendiri. Harus dibantu orang-orang kampus dan LSM," tutur Busyro yang juga pernah menjabat Wakil Ketua KPK 2011-2014 itu.

Diharapkan dengan adanya riset dan perencanaan yang kuat, penggunaan dades dipakai untuk pembangunan yang berkelanjutan di masa depan dan terlepas dari penyalahgunaan.


(SAN)