Landasan Hukum Lemah Penyebab Kenaikan Cukai Tembakau

Eko Nordiansyah    •    Selasa, 22 Sep 2015 18:42 WIB
cukai
Landasan Hukum Lemah Penyebab Kenaikan Cukai Tembakau
Illustrasi. ANTARA FOTO/Rudi Mulya

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menilai tingginya target penerimaan cukai rokok untuk 2016 sebesar 23 persen karena landasan hukum mengenai tembakau cukup lemah. Padahal kejelasan hukum bisa memberikan kejelasan bagi pihak yang terkait dengan produk tembakau tersebut.

Direktur Jenderal Agro Kemenperin Panggah Susanto menjelaskan, industri hasil tembakau (IHK) sudah diproyeksikan masuk ke dalam peraturan pemerintah (PP) no 109 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan.

"Sebenarnya kita justru ingin memperkuat adanya keseimbangan sisi ekonomi dan kesehatan, yang sudah diatur PP Nomor 109 yang  ketentuannya mengatur  ketentuan IHT," tuturnya di Gedung Kementerian Perindustrian, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (22/9/2015).

Akan tetapi, Kementerian Kesehatan menolak dimasukannya IHT karena alasan kesehatan. Hal ini membuat industri tembakau tidak masuk ke dalam peraturan tersebut. 

Kementerian Perindustrian pun berinisiatif untuk menyusun roadmap yang akan  ditetapkan dalam peraturan Kementerian Perindustrian. Hal ini untuk menengahi isu kepentingan ekonomi, sosial, kesehatan dalam tembakau.

"Kita ingin semua terkelola secara seimbang yang terkait langsung dengan keberadaan IHT. Tujuannya jelas memberikan pertumbuhan, kepada Kemenperin dan instansi terkait para pelaku IHT tentang peta jalan produksi IHT," pungkasnya. 






(SAW)