Paspampres Burkina Faso Akhiri Kudeta

Willy Haryono    •    Rabu, 23 Sep 2015 10:01 WIB
burkina faso
Paspampres Burkina Faso Akhiri Kudeta
Raja dari suku Mossi, kepala paspampres dan petugas militer Burkina Faso menyepakati perjanjian damai, Rabu (23/9/2015). (Foto: AFP / SIA KAMBOU)

Metrotvnews.com, Ouagadougou: Pemimpin gerakan kudeta Burkina Faso menandatangani perjanjian dengan militer untuk mengakhiri ketegangan yang terjadi sepekan lalu. Dalam ketegangan itu, Presiden Michel Kafando dan Perdana Menteri Isaac Zida sempat diculik. 

Penculikan terkait proses transisi pemerintahan Burkina Faso, setelah Presiden Blaise Compoare digulingkan pada 2014. Beberapa anggota pasukan pengaman presiden Burkina Faso (RSP) masih setia terhadap Compoare. 

Berdasarkan lima poin kesepakatan, seperti dikutip AFP, Rabu (23/9/2015), RSP sepakat kembali ke markas mereka dan mengembalikan kekuasaan kepada presiden. 

Militer Burkina Faso juga sepakat menarik pasukannya ke area lain sejauh 50 kilometer dari ibu kota Ouagadougou. Mereka yang terlibat kudeta, termasuk keluarga, juga dijamin keamanannya.

Kesepakatan damai diserahkan langsung ke Mogho Naba, "raja" Burkina Faso dari suku Mossi, di hadapan awak media. 


(WIL)