Tragedi Mina 2015

Informasi Tragedi Mina, Masyarakat Diimbau Pantau PPIH dan Kemenlu

Ilham wibowo    •    Jumat, 25 Sep 2015 10:05 WIB
tragedi mina 2015
Informasi Tragedi Mina, Masyarakat Diimbau Pantau PPIH dan Kemenlu
Calon haji lakukan ibadah di Mekkah (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Komisi Pengawas Haji Indonesia (KPHI) Slamet Effendy Yusuf menyerukan agar masyarakat Indonesia berpegang pada informasi Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dan Kementerian Luar Negeri dalam merespons berita tentang korban jemaah Indonesia pada tragedi Mina 2015.

"Pengawasan dan pemantauan langsung terhadap proses pelaksanaan ibadah haji di tanah suci, khususnya untuk kepentingan terbaik bagi jamaah haji Indonesia terus dilakukan," tutur Slamet, dalam siaran pers yang diterima Metrotvnews.com, Jumat (25/9/2015).

Menyikapi adanya informasi simpang siur terkait kasus insiden Mina, Slamet Effendy Yusuf menyerukan agar masyarakat Indonesia tidak tertipu dengan informasi bohong.

Menyusul tragedi di Mina banyak beredar informasi di situs berita maupun media sosial yang simpang siur sehingga menimbulkan kepanikan dan rasa was-was. Hal ini pun membuat panik khususnya masyarakat di Tanah Air yang keluarganya sedang menunaikan ibadah Haji.

"Hanya instansi yang di Mekkah mempunyai aparat dan akses untuk mengetahui kondisi jemaah haji Indonesia secara akurat," ucapnya.

Informasi terakhir menyebutkan bahwa kejadian mengenaskan yang terjadi di Mina itu menewaskan 717 orang dan melukai 863 orang. Tiga di antara korban meninggal adalah warga negara Indonesia (WNI).

Ini adalah insiden kedua berdarah selama pelaksanaan haji di Mekkah tahun ini. Sebelumnya, pada 12 September 2015, sebuah crane jatuh dan menimpa Masjidil Haram serta menewaskan 109 jemaah termasuk dari Iran.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz mengumumkan penyelidikan atas tragedi di Mina. Dia memberikan instruksi untuk mengkaji ulang semua pengaturan demi meningkatkan penyelenggaraan serta mengatur pergerakan jemaah yang melaksanakan ibadah haji. Raja yang menggantikan Raja Abdullah yang wafat itu, mengharapkan penyelidikan bisa memberikan hasil secepat mungkin.


(FJR)