Gambar Profil untuk Dukung Salim Kancil

Nurul Hidayat    •    Senin, 28 Sep 2015 14:34 WIB
salim kancil
Gambar Profil untuk Dukung Salim Kancil
Gambar dukungan pada Salim Kancil, aktivis Petani Antitambang menyebar lewat pesan berantai. Belum jelas siapa kreator dari gambar tersebut. (Istimewa)

Metrotvnews.com, Jombang: Salim alias Kancil, 52, petani penolak tambang di Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, dibunuh di muka umum.

Atas peristiwa itu, beredar pesan berantai (broadcast message) di aplikasi Blackberry Messeger (BBM) terkait aksi solidaritas untuk mendukung aksi penolakan penambangan pasir di Lumajang.

"Ubah Tampilan DP Anda Segera Seperti DP Saya. Hari Solidaritas Buat Salim Kancil," begitu nukilan isi pesan berantai tersebut. 

Tak jelas siapa yang pertama kali menyebarnya. Namun, aksi dukungan pada petani yang kerap disapa Salim Kancil dengan cepat menyebar di Kabupaten Jombang, Jawa Timur dan sekitarnya.

Muhammad Nasikhuddin, aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) mengatakan, pihaknya turut berduka cita atas meninggalnya Salim Kancil dan berharap agar tragedi serupa tidak terjadi lagi.

"Jangan sampai terjadi di daerah lain, terutama daerah yang banyak kawasan pertambangan ataupun galian terutama di Kabupaten Jombang," jelasnya, di Jombang, Senin (28/9/2015).

Salim yang juga aktivis Petani Antitambang itu meregang nyawa setelah disiksa oleh puluhan orang. Salim dikabarkan akan melakukan aksi penolakan aktivitas penambangan pasir di area pertanian.

Namun, sebelum aksi digelar, Sabtu (26/9/2015) itu, Salim keburu 'diciduk' preman. Dia disiksa dengan cara disetrum, digergaji dan juga dipukul dengan benda tumpul dan benda tajam.

Salim menemui ajal setelah sekujur tubuhnya dilempari batu. Ironisnya, penyiksaan itu terjadi di hadapan warga.

Sedangkan Tosan masih kritis di rumah sakit. Tosan didatangi di rumahnya dan dihajar beramai-ramai oleh orang-orang protambang. Dalam kondisi tidak berdaya, Tosan dilindas sepeda motor dan dipukul kayu serta senjata tajam lainnya.

Banyak kalangan menuding, aktivitas tambang pasir yang ditolak Salim Kancil dan Tosan tersebut merupakan 'mainan' kepala desa setempat.


(SAN)