Pedagang Daging Anjing Minta tak Dipersulit

LB Ciputri Hutabarat    •    Selasa, 29 Sep 2015 15:26 WIB
daging anjing
Pedagang Daging Anjing Minta tak Dipersulit
Satpol PP bersama Sudin Kelautan Pertanian dan Ketahanan Pangan merazia penjual anjing dan kucing di Latuharhary, Menteng, Jakarta Pusat. (Foto:MI/Angga Yuniar)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pedagang daging anjing di Ibu Kota meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak mempersulit pekerjaan mereka menjual daging anjing. Mereka sepakat menolak wacana Peraturan Gubernur (Pergub) jika melarang penjualan daging.
 
"Pada dasarnya setuju kalau sebatas pengawasan peredaran daging anjing di Jakarta. Tapi jangan dilarang dan tidak dipersulit. Misalnya ada pembatasan dan menghambat. Kan kita yang rugi," kata Salah satu pedagang, Tobing di Lapo Tao Sigaol, Jalan Sutoyo, Jakarta Timur, Selasa (29/9/2015).
 
Tobing menjelaskan, selam 15 tahun berdagang tak pernah ada komplain dari masyarakat soal kesehatan daging anjing. Malah, Tobing bilang, pada dasarnya daging anjing baik untuk kesehatan.
 
"Banyak yang beli tapi tidak pernah ada masalah. Biasanya buat yang sakit DBD dan tipes bagus. Daging anjing bisa menaikkan trombosit," ujarnya.
 
Pernyataan serupa juga dilontarkan pedagang lainnya, Purnama Pinem, 35, mengaku setuju jika Pergub dibuat atas dasar kesehatan. Ia tak masalah jika harus merogoh kocek untuk memastikan kesehatan daging yang dijualnya.
 
"Tidak masalah buat bayar cek karantina seperti daging babi. Nanti harga dagingnya yang dinaikkan untuk menutupi harga itu. Kan sudah terjamin kesehatannya, tentu harga lebih tinggi," kata Purnama.
 
Purnama meminta pemerintah mengkaji peraturan tersebut. Selama ini belum pernah ada masalah, apalagi sampai ada laporan yang terkena rabies.
 
"Peraturannya dibuat bagus, jangan sampai merugikan. Karena enggak pernah ada masalah soal daging anjing. Tapi kalau sudah peraturan saya ikut saja," ujarnya.


(FZN)