Jaga Harga, Mentan Diminta Kendalikan Impor Jagung

Gervin Nathaniel Purba    •    Rabu, 30 Sep 2015 13:08 WIB
kementan adsjagung
Jaga Harga, Mentan Diminta Kendalikan Impor Jagung
Menteri Pertanian Amran Sulaiman (kemeja putih) ketika memanen jagung di Jawa Timur (Foto: MTVN/Gervin Nathaniel Purba)

Metrotvnews.com, Tuban: Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman kembali melanjutkan kegiatan memanen di Desa Sumber Kecamatan Merakarak Tuban, Jawa Timur (Jatim). Jika sebelumnya memanen padi, pada kesempatan ini Mentan memanen jagung hibrida.

Mentan bersama rombongan tiba sekitar pukul 09.47 WIB. Kehadiran Amran di lokasi tersebut langsung disambut oleh kelompok Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Tuban. Selain itu, wajah ceria dan penasaran akan kehadiran Amran juga terlihat dari wajah penduduk setempat di mana mereka sudah memasang berbagai umbul-umbul untuk menyambut kedatangan Mentan.

Dalam memanen jagung hibrida ini, Amran Sulaiman ditemani oleh Bupati Tuban Fathul Huda, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Sumardi, dan Kepala dinas provinsi jatim Wibowo Eko Putro. Sebelum memanen jagung, Mentan Amran Sulaiman mengaku sangat senang dengan produksi jagung hibrida yang mencapai 9,2 ton per hektare (ha).

"Senang pada Tuban ini dengan produksi yang mencapai 9,2 ton per ha. Kemudian harga jagung yang sudah mencapai Rp3.200 per kilogram (kg)," ujar Amran Sulaiman, di Desa Sumber, Kecamatan Merakarak, Tuban, Jatim, Rabu (30/9/2015).

Setelah memanen jagung, pada kesempatan itu, Ketua KTNA dan Kepala Desa Tuwirwetan Setia Budi mengaku terdapat peningkatan produksi jagung hibrida untuk saat ini. Sebelumnya produksi jagung hibrida hanya mencapai tujuh sampai delapan ton per ha, sedangkan sekarang mencapai 9,2 ton per ha.

"Ada peningkatan produksi jagung. Sebelumnya tujuh sampai delapan ton per ha. Untuk luas lahan yang siap panen ini sebesar 517 ha," ujar Setia Budi, saat memberikan kata sambutan. 

Namun, dirinya mengkhawatirkan adanya impor jagung yang masuk ketika saat sedang memasuki panen raya saat ini. Untuk itu, ia meminta kepada Mentan untuk bisa mengendalikan impor sehingga tidak menekan harga jagung di dalam negeri.

"Dikhawatirkan biasanya di musim panen raya masuk impor. Mohon Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) supaya diwujudkan mengendalkikan impor. Ini untuk menjaga harga jagung ketika masuk pabrik. Harga Rp3.200 per kg masih bagus," jelasnya.


(ABD)