Laporan dari Amerika Serikat

Bendera Palestina Berkibar Megah di Markas PBB

Fajar Nugraha    •    Kamis, 01 Oct 2015 04:12 WIB
sidang majelis umum pbb 2015
Bendera Palestina Berkibar Megah di Markas PBB
Bendera Palestina yang berkibar di markas PBB (Foto: Fajar Nugraha/MTVN)

Metrotvnews.com, New York: Bendera Palestina akhirnya berkibar di markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Presiden Palestina Mahmud Abbas hadir langsung dalam seremonial pengibaran bendera.

Di tengah cuaca yang mendung di New York, Amerika Serikat (AS), upaya pengibaran bendera berjalan tanpa ada masalah. Presiden Abbas hadir ditemani oleh Kepala Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB, Riyad Mansour. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi juga turut hadir dalam upacara tersebut.

"Atas nama rakyat Palestina, saya mengibarkan bendera Palestina di markas PBB," ujar Presiden Mahmoud Abbas, di Rose Garden, Kantor PBB, New York, Rabu (30/9/2015).

"Saya meminta rakyat Palestina untuk mengibarkan bendera setinggi mungkin. Karena ini merupakan simbol identitas Palestina," lanjutnya.

Abbas menambahkan ini adalah hari yang membanggakan dan memberikan penghormatan kepada pahlawan Palestina, khususnya kepada mereka yang telah memberikan nyawanya demi kemerdekaan Palestina.

Saya mengatakan kepada mereka, yang tetap menunggu. Hari baru dari Palestina akan datang dan hari mengibarkan bendera Palestina di Yerusalem di wilayah Palestina Merdeka, akan segera terjadi.

Berdasarkan jadwal bendera Palestina akan dikibarkan di halaman Rose Garden, New York pukul 13.00.

Pengibaran ini merupakan buah disepakatinya resolusi pengibaran bendera Palestina. Resolusi itu berhasil diloloskan pada 10 september 2015, melalui forum Sidang Umum PBB.

Berdasarkan pemungutan suara, 119 negara mendukung resolusi pengibaran bendera Palestina. Sementara 45 lainnya memutuskan abstain.

Sementara delapan negara menolak resolusi ini termasuk Amerika Serikat dan Israel. Selain kedua negara itu, mereka yang menolak adalah Kanada, Marshall Island, Republik Federasi Mikronesia, Palau, Tuvalu dan Uganda.


(FJR)