Topi Donald Trump untuk Fadli Masih Dikaji KPK

Yogi Bayu Aji    •    Kamis, 01 Oct 2015 15:27 WIB
donald trump
Topi Donald Trump untuk Fadli Masih Dikaji KPK
Plt Pimpinan KPK, Johan Budi----Ant/Hafidz Mubarak

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih mengkaji topi pemberian bakal calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald Trump, untuk Wakil Ketua DPR Fadli Zon. Lembaga antikorupsi belum bisa memastikan pemberian tersebut termasuk gratifikasi atau bukan.

"Kita punya waktu 30 hari (mengkaji), kan enggak sekadar terima topi gitu doang," kata Pelaksana Tugas Pimpinan KPK Johan Budi S.P. di Gedung KPK, Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (1/10/2015).

Johan enggan mengomentari apakah politikus Partai Gerindra itu akan dipanggil KPK dalam mengkaji pemberian topi ini. Pasalnya, kata dia, beberapa keterangan sudah diberikan Fadli saat menyerahkan topi ke lembaga antikorupsi.

"Ketika melapor pasti ada pernyataan kan, terimanya di mana, rangkaiannya bagaimana," ucap mantan Deputi Pencegahan KPK itu.

Jumat 18 September, Fadli Zon melalui stafnya menyerahkan bingkisan pemberian Donald Trump ke KPK. Bingkisan tersebut berisi topi dan dasi.

Fadli sempat disarankan menyerahkan bingkisan pemberian Trump itu kepada KPK. Imbauan disampaikan guna menghindari adanya dugaan penerimaan gratifikasi dari pengusaha asal AS yang kebetulan menjadi bakal calon presiden.

(Baca: Fadli: KPK Jangan Ikut Campur Soal Topi dari Trump)

Pertemuan Fadli dengan Trump diduga melanggar kode etik. Kasus ini tengah ditangani Mahkamah Kehormatan Dewan. Dugaan itu kini masih dalam penyelidikan MKD.

 


(TII)