Laporan dari Amerika Serikat

RI Sudah Punya Calon Konsul Kehormatan Palestina

Fajar Nugraha    •    Jumat, 02 Oct 2015 11:10 WIB
sidang majelis umum pbb 2015
RI Sudah Punya Calon Konsul Kehormatan Palestina
Menlu Retno Marsudi sebut sudah ada calon konsul kehormatan RI di Palestina (Foto: MTVN)

Metrotvnews.com, New York: Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyebutkan pemerintah sudah memiliki calon konsul kehormatan yang mewakili kepentingan Indonesia di Palestina.

"Kita sudah ada calonnya dan kita sudah minta persetujuannya ke mereka (Pemerintah Palestina). Saya meminta kepada Menteri Luar Negeri Palestina untuk mempercepat proses ini," ujar Menlu Retno Marsudi, di Gedung Perwakilan Tinggi Republik Indonesia untuk PBB, di New York, Kamis (1/9/2015).

"Dia (Menlu Palestina) bilang iya. Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama, persetujuan dengan Palestina sudah diperoleh," lanjutnya.

Menlu memastikan konsul kehormatan ini merupakan seorang warga Palestina dan seorang pengusaha setempat. Namun Menlu Retno menolak untuk mengungkapkan nama calon  konsul kehormatan tersebut.

Konsul kehormatan merupakan langkah pertama, mudah-mudahan akan ada langkah-langkah berikutnya.

"Tapi yang paling cepat dan sekaligus mengirimkam pesan bahwa kita dekat dengan Palestina. Itu dalam bentuk konsul kehormatan," imbuhnya.

"Sudah ada lampu hijau dari Palestina. Nama belum bisa diberi, sampai ada persetujuan dari pemerintahnnya baru," sebutnya.

Proses penunjukkan Konsul Kehormatan tidak melalui prosedur pada umumnya. Biasanya dia berasal dari warga Palestina, yang kemudian langsung ada pembicaraan dengan dubes RI yang berada di Amman, Yordania, untuk rekomendasi mendapatkan namanya. Duta Besar memberikan namannya kepada pemerintah Palestina.

Kalau sudah disetujui maka dia akan bertugas untuk Indonesia. Tetapi dia tidak akan melakukan kegiatan diplomatik, hanya mengurus warga negara Indonesia (WNI) yang mungkin mengalami masalah.

"Tetap duta besar kita yang berada di Amman, (Yordania) tetap memegang kendali.Jadi tidak merubah struktur baku yang ada," imbuh Menlu Retno.

Calon konsul kehormatan ini menurut Menlu Retno memiliki ketertarikan dengan Indonesia. Selain itu yang menjadi bahan pertimbangan, dia memiliki jaringan yang baik.

Menlu menambahkan, pada dasar prosesnya lebih simpel. Menurutnya, calon-calon ini didiskusian kalau sudah disetujui sudah selesai dan langsung bertugas.


(FJR)