Darurat, 1.570 Kasus Kekerasan Seksual pada Anak Terjadi di Jateng

Pythag Kurniati    •    Jumat, 02 Oct 2015 12:29 WIB
kekerasan seksual anak
Darurat, 1.570 Kasus Kekerasan Seksual pada Anak Terjadi di Jateng
Ketua Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Arist Merdeka Sirait, MTVN - Pythag Kurniati

Metrotvnews.com, Solo: Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menyandang status darurat kekerasan terhadap anak. Hal tersebut dikemukakan Ketua Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Arist Merdeka Sirait dalam jumpa pers di Solo, Jawa Tengah, Kamis, 1 Oktober.

"Jawa Tengah menduduki posisi kesebelas dalam kasus penganiayaan terhadap anak yang paling banyak terjadi. Posisi pertama diduduki oleh DKI Jakarta,” ungkap Arist Merdeka Sirait.

Menurutnya, tak kurang dari 2.000 kasus kekerasan terhadap anak ditemukan di Jawa Tengah. Data tersebut terhitung mulai Januari hingga Juli tahun 2015. 

Sebanyak 1.570 kasus di antaranya merupakan kekerasan seksual pada anak terjadi di Jateng. Sisanya kasus penelantaran hingga kekerasan fisik dan verbal.

"Anak-anak ini kan biasanya mereka cenderung tidak berdaya, tidak bisa melawan maka inilah yang kebanyakan menjadi celah. Nah, di sini pemerintah tidak boleh menganggap enteng, masyarakat pun harus ikut mengawasi," imbuhnya.

Arist mengatakan menyampaikan ancaman itu pada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo pada April 2015. "Gubernur merespon dengan membentuk tim reaksi cepat. Intinya mengajak serta masyarakat di lingkungan sekitar untuk mengambil peran dalam mengurangi dan memberantas angka kekerasan terhadap anak," tutupnya.


(RRN)