Rumah Kades Selok Awar-awar Dijaga Polisi Bersenjata

Kumbang Ari    •    Sabtu, 03 Oct 2015 11:30 WIB
salim kancil
Rumah Kades Selok Awar-awar Dijaga Polisi Bersenjata
Polisi berjaga-jaga di rumah Kades Selok Awar-awar, Metrotv - Kumbang Ari

Metrotvnews.com, Lumajang: Sejumlah polisi menjaga ketat rumah Hariyono, Kepala Desa Selok Awar-awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Polisi bersenjata lengkap tampak hilir mudik di rumah bernuansa oranye itu, Sabtu 1 Oktober.

Pengamanan beranggotakan Polres Lumajang, Brimob Polda Jawa Timur, dan petugas satuan polisi pamong praja (satpol PP) setempat. Polisi mengantisipasi kerusuhan buntut dari penetapan Hariyono sebagai tersangka penganiayaan yang menewaskan petani Salim Kancil.

Sementara itu, suasana Desa Selok Awar-awar berangsur kondusif. Aktivitas pemerintahan desa kembali normal setelah dua hari ditutup.

"Pelayanan tetap berjalan, biasa-biasa aja. Kalau masyarakat meminta surat-surat, ya kita layani," kata Sekretaris Desa Selok Awar-awar, Rahman.

Sementara Kapolsek Pasirian AKP Eko Hari Suprapto mengatakan suasana di desa tersebut sudah kembali normal. Warga beraktivitas seperti biasa.

"Tidak ada trauma, tidak ada orang takut, semuanya seperti biasa," ujar Kapolsek.

Meski demikian, kata Kapolsek, lebih 96 personel berjaga-jaga di Desa Selok Awar-awar. Mereka mengantisipasi kerusuhan buntut dari penetapan Hariyono sebagai tersangka.

Bukan hanya rumah Hariyono, pengamanan pun dilakukan di kantor Balai Desa. Selain Polsek Pasirian, pengamanan melibatkan Brimob, intel Polda Jatim, dan Satpol PP.

Hingga berita ini dimuat, Hariyono merupakan satu dari 23 tersangka dalam kasus penganiayaan Salim Kancil. Selain menewaskan Salim Kancil, penganiayaan yang terjadi di Balai Desa pada 26 September 2015 itu juga membuat satu warga lain, Tosan, luka parah. Seluruh tersangka kini dibawa ke Mapolda Jatim.

Penganiayaan dilakukan setelah Salim Kancil dan Tosan lantang menolak penambangan pasir liar di desa setempat. Salim Kancil dan kawan-kawan mengeluhkan penambangan liar merusak lingkungan dan lahan pertanian yang menjadi mata pencaharian utama mereka.



(RRN)