Massa Buruh Ajak Anak Berdemo ke Istana Sambil Rekreasi

Arga sumantri    •    Sabtu, 03 Oct 2015 17:16 WIB
demo buruh
Massa Buruh Ajak Anak Berdemo ke Istana Sambil Rekreasi
Demo di depan Istana---MTVN/Arga

Metrotvnews.com, Jakarta: Massa buruh yang berunjuk rasa di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, masih ada yang melibatkan anak di bawah umur. Sejumlah anak nampak ikut berdiri di bawah teriknya sengatan matahari.

Turyanti, 47, adalah salah satu buruh yang ikut demo dengan membawa anak perempuannya. "Naura masih sekolah TK. Sengaja diajak ke Jakarta sekalian jalan-jalan," kata Turyanti saat berbincang dengan Metrotvnews.com di Jalan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Sabtu (3/10/2015).

Turyanti berangkat demo dengan suaminya. Wanita paruh baya itu datang dari Cimahi, Bandung, Jawa Barat. Sejak pukul 08.00 WIB, Turyanti berangkat dari Cimahi menggunakan bus. "Ada lima bus dari Cimahi," kata Turyanti.

Ini ketiga kalinya Turyanti ikut turun aksi. Dia mengaku selalu ambil bagian pada setiap unjuk rasa saban 3 Oktober. Tiga tahun itu pula dia mengaku selalu mengikutsertakan anak bungsunya. "Kalau ditinggal, enggak ada yang ngurusin. Kan saya sama suami ikut ke sini (Jakarta)," kata dia.

Turyanti adalah karyawan pabrik tekstil di Cimahi. Sudah 27 tahun wanita lulusan SMP itu bekerja sebagai buruh.

Buruh yang tergabung dalam Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) menggelar unjuk rasa di depan Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat. Buruh dari berbagai daerah itu menyuarakan sejumlah tuntutan kepada pemerintah.

Setidaknya ada 10 tuntutan lain yang juga disuarakan buruh:
1. Hapuskan sistem kontrak dan outsourcing,
2. Tolak politik upah murah, berlakukan upah layak nasional,
3. Tolak PHK, Union busting dan kriminalisasi anggota dan pengurus serikat buruh,
4. Laksanakan hak-hak buruh perempuan dan lindungi buruh migran Indonesia,
5. Tangkap, adili, dan penjarakan pengusaha nakal,
6. Jaminan sosial bukan asuransi sosial,
7. Turunkan harga BBM dan kebutuhan pokok,
8. Pendidikan dan kesehatan gratis untuk rakyat,
9. Tolak privatisasi, bangun industri nasional untuk kesejahteraan rakyat,
10. Tanah dan air untuk kesejahteraan rakyat.


(UWA)