Presiden Minta TNI Merakyat

Intan fauzi    •    Senin, 05 Oct 2015 10:42 WIB
hut tni
Presiden Minta TNI Merakyat
Warga menaiki kendaraan tempur TNI di pantai Indah Kiat Cilegon, Banten, Minggu 4 Oktober 2015. Antara Foto/Sertu Mar Kuwadi

Metrotvnews.com, Cilegon: Presiden Joko Widodo mengingatkan bahwa Tentara Nasional Indonesia (TNI) dilahirkan dari rahim rakyat. Presiden yakin, bersama rakyat TNI kuat.

Presiden menyampaikan, TNI harus mengingat jati diri sebagai tentara sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional, dan tentara profesional.

"Panglima besar Jenderal Sudirman menyatakan bahwa hubungan TNI dengan rakyat ibarat ikan dan air. Ikan takkan hidup tanpa air. Rakyatlah yang mengandung, merawat, dan membesarkan TNI," ujar Presiden dalam amanatnya saat menjadi inspektur upacara HUT ke-70 TNI, Jakarta, Senin (5/10/2010).

Upacara HUT TNI digelar di Dermaga Indah Kiat, Cilegon, Banten. Hadir dalam kesempatan itu Wakil Presiden ke-6 Try Sutrisno, menteri Kabinet Kerja, dan ribuan personel TNI.

Presiden mengapresiasi dan menghargai tema HUT ke-70 TNI, bersama rakyat TNI kuat, hebat, profesional, siap mewujudkan indonesia berdaulat, mandiri, dan berkepribadian.

"Untuk itu, TNI harus menegaskan jati diri sebagai tentara rakyat. TNI tidak boleh melupakan rakyat, TNI tidak boleh menyakiti hati rakyat, TNI tidak boleh berjarak dengan rakyat, serta harus selalu bersama-sama rakyat," kata Presiden.

Presiden mengatakan, hanya bersama rakyat, TNI akan kuat menjalankan tugas, pengabdian kepada bangsa, dan negara. Hanya bersama rakyat, TNI jadi kekuatan militer yang hebat, disegani serta diperhitungkan bangsa lain di dunia.

"Dalam darah TNI juga mengalir jati diri sebagai tentara pejuang. TNI harus memiliki daya juang, semangat pantang menyerah untuk mewujudkan indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian," kata dia.

Dengan semangat juang, kata Presiden, TNI harus mampu menjaga kedaulatan NKRI, TNI harus mampu menghadapi para penjarah sumber daya laut dan perikanan. "TNI harus mampu menjaga wilayah perbatasan dan TNI harus mampu menjaga pulau terdepan," tegasnya.


(TRK)