Tingkatkan Standar Mutu Produk, RI Disuntik 15 Juta Euro

Husen Miftahudin    •    Selasa, 06 Oct 2015 15:19 WIB
produk dalam negeri
Tingkatkan Standar Mutu Produk, RI Disuntik 15 Juta Euro
Kemendag bekerja sama dengan Uni Eropa menyelenggarakan TSP II. (FOTO: MTVN/Husen Miftahudin)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Perdagangan (Kemendag) bekerja sama dengan Uni Eropa menyelenggarakan Trade Support Program (TSP) II. Program yang ditujukan untuk mempercepat integrasi dalam perdagangan internasional ini memberi dana hibah kepada Indonesia sebanyak 15 juta euro.

Direktur Jenderal Standardisasi dan Perlindungan Konsumen (SPK) Widodo mengatakan, program tersebut dilakukan untuk peningkatan produk ekspor sesuai standar mutu dunia guna memperluas akses ekspor produk Indonesia. Produk unggulan Indonesia harus dapat memenuhi standar dan persyaratan teknis yang diterima dan diakui di semua negara tujuan ekspor.

"Program ini menitikberatkan pada pemenuhan produk ekspor Indonesia terhadap standar dan persyaratan teknis lainnya termasuk traceability produk yang diterapkan di Uni Eropa. Kita ingin produk Indonesia meraih standar mutu dunia," ujar Widodo dalam Pameran Pencapaian dan Penutupan EU-Indonesia Trade Support Programme II di Hotel Bidakara, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (6/10/2015).

Program ini sebenarnya sudah dimulai sejak 30 Oktober 2009 dan berakhir pada 30 Oktober 2015. Widodo mengakui, program ini difokuskan pada lima sektor potensial Indonesia yang masih mempunyai pangsa pasar relatif kecil di Uni Eropa.

"Lima sektor tersebut berfokus kepada Produk Pangan Hasil Pertanian (Agri Food), Perikanan (Fisheries), Elektronika (Electronics), Furnitur (Wood Furniture), dan Kosmetik Berbahan Alami (Natural Cosmetics)," paparnya.

Widodo mengungkapkan, hasil utama yang didapat dari TSP II adalah tersusunnya Export Quality Infrastructure (EQI) Roadmap and Guidelines. Roadmap ini merupakan rencana pengembangan infrastruktur mutu ekspor menjadi EQI kelas dunia yang diwujudkan bersama dengan kementerian dan lembaga serta stakeholder terkait.

"Dengan memiliki world class EQI, sertifikat mutu yang diterbitkan lembaga penilaian kesesuaian Indonesia akan selalu diterima dan diakui oleh dunia. Dengan begitu, tidak ada lagi penolakan dari negara tujuan ekspor sehingga akses produk ekspor Indonesia akan semakin mudah dan lancar," pungkas Widodo.


(AHL)