Ditjen Pajak: Faktur Pajak Indikasi Fiktif Capai Rp6,47 Triliun

Husen Miftahudin    •    Selasa, 06 Oct 2015 21:05 WIB
pajak
Ditjen Pajak: Faktur Pajak Indikasi Fiktif Capai Rp6,47 Triliun
Illustrasi. ANT/Umarul Faruq

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pajak telah membentuk Satgas Penanganan Faktur Pajak Fiktif atau yang Tidak Berdasarkan Transaksi yang Sebenarnya (TBTS) di 2015. Hal ini bertujuan untuk menciptakan efek jera dan pengembalian kerugian negara yang optimal.

Direktur Intelijen dan Penyidikan Ditjen Pajak, Yuli Kristiyono melaporkan, hingga saat ini pengguna faktur pajak indikasi fiktif di Indonesia sebanyak 10.982 pelaku dengan nilai sebanyak Rp6,47 triliun. Dari nilai tersebut, faktur pajak yang telah diklarifikasi sebanyak Rp2,64 triliun.

"Jadi baru setengahnya yang diklarifikasi. Dari Rp2,64 triliun itu, yang sudah tetap faktur pajak fiktifnya sebanyak Rp1,37 triliun. Sayangnya, realisasi pembayaran dari faktur pajak fiktif tersebut hanya sebesar Rp467,67 miliar," ujar Yuli di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jalan Jenderal Gatot Subroto Kav 40–42, Jakarta Selatan, Selasa (6/10/2015).

Ia mengungkapkan, dalam semangat Tahun Pembinaan Wajib Pajak 2015, pihaknya tidak akan membawa permasalahan ini ke ranah hukum jika pengguna faktur pajak fiktif segera membayar dan melakukan pembetulan SPT Masa PPN terkait. Selain itu, Wajib Pajak dapat pula memanfaatkan fasilitas penghapusan sanksi pajak.

"Tapi kalau masih ada wajib pajak pengguna faktur fiktif yang tidak melakukan pembayaran dan tak merespon undangan klarifikasi dari kita, maka dia akan ditindak sesuai hukum," tegas Yuli.


 


(SAW)