GOPAC 2015 Hasilkan 20 Butir Deklarasi Yogyakarta

Ahmad Mustaqim    •    Kamis, 08 Oct 2015 16:49 WIB
dpr ads
GOPAC 2015 Hasilkan 20 Butir Deklarasi Yogyakarta
Presiden GOPAC, Fadli Zon (kedua dari kanan) dalam konferensi pers, Kamis (8/10/2015). MTVN/Ahmad Mustaqim

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Koferensi Parleman se-Dunia atau The 6th Global Conference of Parliamentarians Against Corruption (GOPAC) 2015 di Yogyakarta, telah selesai. Konferensi yang berlangsung Selasa hingga Kamis, 6 - 8 Oktober ini menghasilkan 20 poin penting dalam rangka upaya pemberantasan korupsi.

Presiden GOPAC, Fadli Zon mengatakan 20 poin penting upaya pemberantasan korupsi itu diberi nama Deklareasi Yogyakarta. 20 poin itu bersumber dari ikhtisar pembahasan para delegasi GOPAC yang mencerminkan upaya parlemen memberantas korupsi.

"Dalam deklarasi ini, para peserta menyatakan dukungan dan solidaritasnya untuk memperkuat pemerintahan serta pemberantasan korupsi," ujar Fadli saat jumpa pers di Yogyakarta, Kamis (8/10/2015).

Fadli mengungkapkan, deklarasi juga meminta agar negara-negara yang belum meratifikasi United Nations Convention Against Corruption (UNCAC) untuk segera memenuhi pengesahannya. Sekaligus merekomendasikan PBB untuk mempertimbangkan protokol UNCAC baru dalam rangka membentuk pengadilan militer guna mengadili kasus korupsi skala besar.

"Kami juga mendukung negara-negara di dunia untuk melaksanakan praktik-praktik inovatif guna memitigasi tindak korupsi dalam kegiatan kampanye politik," katanya.

Fadli menambahkan, GOPAC juga mendorong parlemen se-dunia meningkatkan peran untuk mengawasi dana asing. Khususnya terkait dengan komitmen internasional mengenai pembengunan berkelanjutan.

"Konferensi ini mengukuhkan parlemen untuk terus meningkatkan kerjasama internasional dan menjadikan instrumen hukum internasional sebagai bagian dari melawan korupsi," kata dia.
 


(SBH)