Tersangka Korupsi Mes Santri Tolak Tandatangani BAP

Muhammad Khoirur Rosyid    •    Kamis, 08 Oct 2015 22:06 WIB
kasus korupsi
Tersangka Korupsi Mes Santri Tolak Tandatangani BAP
Ilustrasi - MI

Metrotvnews.com, Surabaya: Ditahannya dua tersangka korupsi pembangunan gedung mes santri Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Jawa Timur mendapat tentangan dari kuasa hukum tersangka, Mahfudz. Menurutnya sejak awal penetapan tersangka kedua kliennya tak sesuai prosedur.

"Sejak awal penetapan tersangka ada prosedur yang disalahi," kata Mahfud, kuasa hukum tersangka Abdul Aziz, 50, dan Yongki Soeyono, 61, usai mendampingi kliennya di Kantor Kejati Jawa Timur, Kamis (8/10/2015).

Mahfudz menjelaskan, di antara kejanggalan itu, adalah pemilihan saksi ahli. "Yang dihadirkan ahli dari Universitas Brawijaya (UB) Malang," kata Mahfudz.

Bagi Mahfudz, penolakan membubuhkan tanda tangan di BAP adalah wajar. Sebab, ada prosedur yang disalahi. Ketika disinggung apakah akan melakukan praperadilan dalam kasus ini, Mahfudz mengatakan masih pikir-pikir.

"Kami pertimbangankan dulu. Sekiranya dengan adanya praperadilan kami bisa menang akan kami ajukan praperadilan. Tapi kalau kalah ya, mending tidak usah," paparnya.

Menanggapi adanya kemungkinan praperadilan, Kejati Jawa Timur tidak memermasalahkannya. "Tidak ada masalah. Asalkan pembelaan yang dilakukan juga harus sesuai prosedur hukum," kata Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jawa Timur, Romy Arizyanto.

Tersangka Abdul Aziz, 50, dan Yongki Soeyono, 61, adalah konsultan dalam pembangunan gedung mes santri pada 2013 dengan anggaran Rp14,9 miliar. Penyidik menemukan penyelewengan bahan bangunan yang tidak sesuai kesepakatan kontrak hingga merugikan negara Rp2,3 miliar.

Tiga tersangka lainnya yang telah ditahan adalah Abdul Hakim selaku Kasi Kurikulum Kawil Kemenag Jawa Timur, Bagus Sutarto dari pelaksana proyek PT Sekawan Sejati, dan M Nur Herlambag dari PT Daman Varia Karya.


(UWA)