Berpayung Hukum, Organda Optimistis Bajaj Online bisa Bersaing

Damar Iradat    •    Jumat, 09 Oct 2015 14:13 WIB
bajaj online
Berpayung Hukum, Organda Optimistis Bajaj <i>Online</i> bisa Bersaing
Pengemudi bajaj mengikuti acara peluncuran bajaj online di Taman Waduk Pluit, Jakarta Utara, Rabu 7 Oktober 2015. Foto MI/Atet Dwi Pramadia

Metrotvnews.com, Jakarta: Organisasi Angkutan Darat (Organda) optimistis bajaj online bisa bersaing dengan transportasi lain berbasis aplikasi. Kelebihan bajaj karena angkutan umum ini legal.

"Kami pengusaha angkutan umum resmi. Kami sudah biasa bersaing dan selalu optimistis," kata Ketua Organda DKI Shafruhan Sinungan kepada Metrotvnews.com, Jumat (9/10/2015).

Ukuran bajaj juga menjadi keunggulan atas moda transportasi lain berbasis aplikasi. Bajaj bisa membawa penumpang maksimal dua orang dan barang.

"Bajaj merupakan angkutan umum legal," ujarnya.

Shafruhan mengatakan, bajaj memutuskan ikut menggunakan aplikasi demi meningkatkan pelayanan masyarakat. Meski baru lahir, bajaj online belum memberikan harga promo ke pelanggan.

"Baru perhitungan sementara, Rp16.000 untuk 2,5 kilometer pertama dan Rp2.000 untuk tiap kilometer selanjutnya," kata Shafruhan.


Foto: MI/Atet Dwi Pramadia

Perhitungan tarif bajaj online direncanakan menggunakan argo. "Kami sudah diskusikan dengan Kepala Dinas Perhubungan DKI (Andri Yansah) supaya tarif bajai memakai argo," kata dia.

Bajaj online diresmikan Rabu 7 Oktober. Baru 200 bajaj yang bisa dipesan online. Daerah operasinya tetap tidak bisa menjangkau jalan-jalan protokol seperti Jalan HR Rasuna Said, Sudirman, MH Thamrin.

Sebelum bajaj, sudah ada ojek yang bisa dipesan online seperti Go-Jek, Blue Jek, GrabBike, dan terbaru Lady Jek. Legalitas ojek online sempat jadi perdebatan. Ojek saat ini belum diakui sebagai kendaraan umum.


(TRK)