Impor Beras dari Vietnam Masih Tanda Tanya

Suci Sedya Utami    •    Sabtu, 10 Oct 2015 12:43 WIB
beras vietnam
Impor Beras dari Vietnam Masih Tanda Tanya
Menko Perekonomian Darmin Nasution. (FOTO: ANTARA)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menko Perekonomian RI Darmin Nasution belum mau menyampaikan adanya kemungkinan menambah persediaan beras nasional dengan kemungkinan impor.

Padahal, dirinya menyebutkan Badan Urusan Logistik (Bulog) lebih banyak menyerap pembelian beras komersial atau beras premium dibanding beras public service obligation (PSO) atau subsidi atau beras medium. Saat ini perbandingannya yakni sekitar 900 ribu ton beras komersial 500 ribu ton beras PSO. Bulog mengaku kesulitan menyerap beras kualitas medium.

"Memang kalau Bulog anggap stok komersilnya akan tidak terlalu sulit menambah. Kita memang masih mencoba untuk mengumpulkan informasi lebih jauh. Sekarang ini masih langkahnya Bulog meningkatkan stok apakah itu seyogyanya PSO," kata dia di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Jumat, 9 Oktober 2015 malam.

Lantas mengenai cara menambah stok beras dengan membuka keran impor dari Vietnam, Darmin masih menutup mulut. "Ah itu, intinya kita tidak bahas," singkatnya.

Di sisi lain, berdasarkan laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Darmin mengakatan tingkat kekeringan akibat adanya el nino terbilang tinggi.

"Menurut BMKG diukur dari indeks tingkat kekeringan tadi itu sudah termasuk tinggi dibanding September-Oktober 1997 yang lalu," ujar Darmin.

Namun demikian, meski tingkat kekeringan tinggi, BMKG pun memerkirakan November-Desember akan ada hujan sehingga Januari mulai bisa dimulai aktivitas tanam menanam padi.

"Januari sebenarnya sudah mulai bisa aktivitas bertanam itu jalan, tetapi BMKG tetap akan melaporkan lebih lanjut kalau ada perubahan. karena kemampuan kita meramal cuaca itu enggak lama, kalau empat hari lima hari akurasi tinggi, kalau tiga bulan ada perkembangan akan dilaporkan," pungkasnya.


(AHL)