Tangani Asap, Jepang Kirimkan Bahan Kimia ke Indonesia

Desi Angriani    •    Senin, 12 Oct 2015 15:02 WIB
asap
Tangani Asap, Jepang Kirimkan Bahan Kimia ke Indonesia
Sejumlah warga menyeberangi sungai Musi dengan menaiki kapal tradisional di perairan sungai musi yang tertutup kabut asap, Palembang, Sumsel. Selasa (29/9/2015). Foto: Nova Wahyudi/Antara

Metrotvnews.com, Jakarta: Bantuan asing mengalir untuk memadamkan api akibat kebakaran lahan di Sumatera dan Kalimantan. Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, Jepang salah satu negara yang siap membantu RI. 

Tapi, bukan pesawat atau helikopter yang dikirimkan negeri matahari terbit itu. Jepang, akan mengirimkan bahan kimia. "Dari Jepang tidak akan memberikan bantuan heli atau pesawat, tapi bahan kimia untuk pemadaman api," kata Sutopo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (12/10/2015).

Sutopo menjelaskan, zat kimia berupa bubuk tersebut dicampurkan air lalu disemprotkan melalui pengeboman air di udara. Bahan kimia ini dinilai mampu menurunkan temperatur secara drastis dan mengurangi asap. Kendati demikian, pihaknya mengalami kesulitan terkait penggunaan dan teknis membawa bahan tersebut ke lokasi titik api.

"Kita dari BNPB juga minta agar ada orang yang bisa menjelaskan prosedur penggunaanya dan hal-hal yang sifatnya teknis," tutur dia.

Hingga saat ini, baru empat pesawat dari Malaysia dan Singapura yang tiba di Palembang, Sumatera Selatan, sejak Jumat, 9 Oktober. Sementara itu, bantuan dari Rusia, Tiongkok, dan Korea masih dikoordinasi Kementerian Luar Negeri. Seluruh bantuan asing, kata dia, akan dipusatkan di wilayah Sumatera Selatan, khususnya di Ogan Komering Ilir dan Musi Banyuasin.

"Sampai saat ini yang sudah mengirimkan pesawat atau helikopter, Malaysia dan Singapura. Total saat ini ada 11 helikopter dan pesawat, jadi nanti kalau ada bantuan internasional semuanya, semuanya akan dipusatkan di Sumsel, khususnya di Ogan Komering Ilir dan Musi Banyuasin," ungkap Sutopo.

Singapura mengirimkan helikopter jenis Chinook dengan bumbi bucket yang mampu mengangkut 5.000 liter, serta pesawat Hercules C-130 dengan 42 personel dari Badan Pertahanan Sipil Singapura. Sedangkan Malaysia mendatangkan pesawat bombardir CL415 yang dapat membawa 6.000 liter air selama empat jam. Selain itu, Negeri Jiran juga mendatangkan satu unit hercules C-130.


(KRI)