Aspirasi soal Revisi UU KPK Terbelah di Depan Gedung KPK

Achmad Zulfikar Fazli    •    Senin, 12 Oct 2015 15:39 WIB
revisi uu kpk
Aspirasi soal Revisi UU KPK Terbelah di Depan Gedung KPK
Unjuk Rasa di Depan Gedung KPK--Metrotvnews.com/Achmad Zulfikar Fazli

Metrotvnews.com, Jakarta: Aspirasi terkait revisi Undang-undang KPK terbelah di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dua kelompok massa yang berbeda pendapat soal revisi Undang-undang KPK, berbagi tempat di depan Gedung KPK. Dua kelompok, yakni Laskar Antikorupsi Pejuangan 45, dan Komite Aksi Mahasiswa Pemuda untuk Reformasi dan Demokrasi (Kamerad).

Laskar Antikorupsi Perjuangan 45 menolak adanya revisi UU KPK. Revisi tersebut dinilai dapat membuat KPK sebagai lembaga antikorupsi menjadi lemah dalam menjalankan tugasnya.

Oleh karena itu, Petani asal Lampung Mbah Gelimbong Pasrah Indah meminta agar semua pihak dapat menolak usulan revisi UU KPK tersebut. Ia berharap sebagian besar anggota DPR dan Presiden Joko Widodo tetap berkomitmen terhadap pemberantasan korupsi dan menolak revisi tersebut.

"Kami berharap KPK terus berjuang untuk memberantas korupsi dan kami akan selalu mendukungnya," kata mbah Gelimbong dari mobil komando, di depan Gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (12/10/3015).

Sementara, Komite Aksi Mahasiswa Pemuda untuk Reformasi dan Demokrasi (Kamerad) mendukung DPR merevisi UU KPK. Sebab, mereka melihat pemberantasan korupsi tidak dapat hanya dilakukan oleh KPK.

Mereka meminta KPK dapat bekerjasama dengan penegak hukum lainnya seperti Kejaksaan Agung dan Polisi dalam melakukan pemberantasan korupsi.

"Selama ini KPK sebagau lembaga adhoc sudah cukup berhasil menjalankan fungsinya. Tapi tetap harus di koreksi, karena sangat rentan dijadikan alat politik oleh oknum tertentu," kata salah seorang orator dari atas mobil komando.

Aksi yang dilakukan puluhan massa dari dua kelompok ini menyebabkan antrean kendaraan roda dua dan roda empat di jalur lambat dari arah Jalan Imam Bonjol menuju kuningan tepatnya di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. Namun, arus jalan di ruas jalur cepat arah kuningan dan sebaiknya ramai lancar.


(YDH)