Waspadai Modus Menyelipkan Tusuk Gigi di ATM

Ismail    •    Senin, 12 Oct 2015 18:12 WIB
pencurian
Waspadai Modus Menyelipkan Tusuk Gigi di ATM
Anggota polisi dari Polsek Tanjungsari menunjukkan barang bukti berupa uang dan kartu ATM. Foto: Metrotvnews.com/Ismail

Metrotvnews.com, Sumedang: Komplotan penggasak isi anjungan tunai mandiri (ATM) yang beraksi di wilayah Tanjungsari, Sumedang, Jawa barat, berhasil diringkus jajaran Polsek Tanjungsari, Sumedang, Jawa Barat.

Menurut informasi yang dihimpun, dari empat pelaku, satu orang berhasil melarikan diri dan hingga saat ini masih buron. Sebelum ditangkap polisi, ketiga orang pelaku penggasak isi ATM tersebut sempat babak belur dihajar massa.

Tiga pelaku yang berhasil ditangkap adalah Syahrul warga Tangerang, Sopya Roni warga Lampung dan Ajwansyah warga Tangerang. Sedangkan pelaku yang masih menjadi DPO adalah Madroni.

“Komplotan penggasak ATM ini ketahuan akan beraksi di sebuah minimarket pada Minggu, 4 Oktober. Sasarannya ibu-ibu yang hendak mengambil uang di ATM. Ketahuan gerak-geriknya, pelaku kemudian diteriaki malang dan dikejar warga," kata Kanit Reskrim Polsek Tanjungsari, Ipda Bambang Sucahyo, di Mapolsek Tanjungsari, Senin (12/10/2015).

Bambang mengatakan ketiga pelaku yang melarikan diri langsung dikejar warga, kemudian mereka ditangkap di dua tempat yang berbeda, yakni di Desa Tanjungsari dan Desa Jatisari, Kecamatan Tanjungsari. Sedangkan satu pelaku yang masih DPO tengah dalam pengejaran anggota kepolisian.

“Dari tangan mereka kami berhasil mengamankan barang bukti berupa uang tunai senilai Rp5,7 juta dan 35 kartu ATM dari berbagai bank, serta satu mobil Avanza hitam berpelat nomor B 7506 XI,” katanya.

Syahrul, salah satu pelaku, mengaku melakukan aksinya dengan cara menyelipkan tusuk gigi di lubang kartu ATM sebelum korban melakukan transaksi. Kemudian, korban akan mengaku kesulitan karena kartu ATM yang dimasukkan macet. Sementara itu, mereka sudah bersiap-siap untuk menawarkan jasa kepada korban.

“Kami akan menawarkan jasa kepada korban untuk mencoba mengeluarkan kartu ATM tersebut. Dengan cara menanyakan nomor PIN kartu ATM milik korban. Kami menyuruh korban menelepon layanan service dari bank pembuat ATM itu. Saat korban menelepon, kartu ATM dikeluarkan dan diganti dengan kartu ATM serupa,” ujarnya.

Dia melanjutkan, setelah berhasil mengganti kartu ATM, uang yang ada di dalam ATM langsung dikuras habis.

Syahrul mengaku sudah melakukan aksinya di tiga tempat sebelum tertangkap di Tanjungsari, yakni di Tangerang, Tasikmalaya, dan Bandung.

Akibat perbuatannya, para pelaku kini terancam Pasal 363 Jo 53 KUHP dengan ancaman pidana maksimal tujuh tahun penjara.


(UWA)