Rusia Tawarkan Bantuan untuk Padamkan Kebakaran Hutan

M Rodhi Aulia    •    Senin, 12 Oct 2015 18:52 WIB
kabut asapkebakaran hutanasap
Rusia Tawarkan Bantuan untuk Padamkan Kebakaran Hutan
Jumpa pers di usai rapat koordinasi di Kantor Kemenkopolhukam--Metrotvnews.com/M Rodhi Aulia

Metrotvnews.com, Jakarta: Kebakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan belum kunjung padam. Sejumlah bantuan ditawarkan pihak luar negeri, salah satunya adalah negara Rusia.

"Memang ada tawaran dari Rusia. Sifatnya komersil," kata Menkopolhukam Luhut Binsar Pandjaitan dalam jumpa pers di usai rapat koordinasi di Kantor Kemenkopolhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (12/10/2015).

Menurut Luhut, bantuan dari Rusia tersebut sedang dipelajari dan belum tiba di Indonesia. Jika sudah tiba, pihaknya akan menerima bantuan tersebut dan biayanya akan ditanggung oleh pihak swasta. Luhut tidak memerinci lebih lanjut terkait bantuan komersil tersebut.

Dikabarkan, Rusia akan mendatangkan sebanyak dua pesawat jenis amfibi B200 dengan kapasitas hingga 12 ribu liter air. Prosesnya kesepakatan bantuan ini sedang memasuki tahap akhir.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, bantuan yang sudah diterima Indonesia hingga saat ini berasal dari dua negara. Terdiri dari Malaysia dengan jenis pesawat bombardir CL-415 MP dengan kapasitas 6 ribu liter air dan dari Singapura dengan jenis pesawat chinook CH-47 SD, kapasitasnya 5 ribu liter.

"Sementara itu dari Australia, kita terus  melakukan kontak untuk kedatangan pesawat. Australia akan mengirimkan pesawat hercules L 100  dengan kapasitas 15 ribu liter," ujar Retno.

Pemerintah Jepang juga ikut mengirimkan bantuan berupa bahan kimia untuk pemadaman kebakaran beserta ahli untuk memandu penggunaan bahan kimia tersebut. Sementara untuk bantuan yang ditawarkan Thailand dan Tiongkok, pihaknya sedang membahas jenis detil bantuan yang akan didatangkan ke Indonesia. "Sampai saat ini bantuan yang sudah berada di Indonesia tidak ada basis komersil," terangnya.

Sementara, Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya menegaskan, bantuan ini bukan berarti Indonesia tidak mampu sepenuhnya memadamkan api tersebut. Namun untuk mempercepat pemadaman dan sifatnya sebagai bentuk solidaritas antarnegara sahabat.

"Mengapa kita setujui bantuan itu? Karena ada konsep solidaritas, ada uluran tangan. Ya, kita lakukan. Biar sekalian dilihat betapa tidak mudah memadamkan lahan gambut seluas 580 ribu hektare," tukas Siti Nurbaya.


(YDH)