Cegah Masuknya Massa di Aceh Singkil, Polri Jaga Ketat 3 Kabupaten

Renatha Swasty    •    Selasa, 13 Oct 2015 22:22 WIB
bentrok
Cegah Masuknya Massa di Aceh Singkil, Polri Jaga Ketat 3 Kabupaten
Kapolri Jenderal Badrodin Haiti. Foto: MTVN/Renatha Swasty.

Metrotvnews.com, Jakarta: Kepolisian bergerak cepat terkait bentrok di Aceh Singkil. Untuk mencegah adanya pergerakan massa, kepolisian menjaga ketat tiga kabupaten yang menghubungkan Aceh Singkil dan Sumatera Utara.

"Kita lakukan penyekatan di perbatasan yang menuju Sumut. di antaranya Tapanuli Tengah, Pakpak Barat dan Dairi," ujar Kapolri Jenderal Badrodin Haiti dalam konfrensi pers di Rumah Dinas Kapolri, Jalan Pattimura, Jakarta Selatan, Selasa (13/10/2015).

Badrodin mengatakan, penyekatan dilakukan agar massa yang berada di Sumatera Utara tidak masuk ke Aceh Singkil. Adapun tiap Kabupaten dijaga 30-60 anggota.

"Tiga jalur ini dilakukan penyekatan jangan sampai terjadi kegiatan yang dari Sumut masuk ke Aceh Singkil," tambah Badrodin.

Pencegahan ini beber Badrodin juga berkaitan dengan menyebarnya pesan yang tidak benar terkait bentrok tersebut. Usai bentrok, banyak beredar pesan singkat yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

"Dalam situasi ini berkembang sms yang memprovokasi, (dikatakan) 100 orang meninggal," beber Badrodin.

Dia berharap, warga tidak terprovokasi dengan pesan yang tengah menyebar saat ini. Karena pesan disebar hanya untuk memperkeruh suasana.

"Saya himbau masyarakat untuk menahan diri dan jangan terpancing oleh provokasi yang disebarluaskan melalui sms. Dan saya berharap bisa diselesaikan secara damai dn prosedur hukum yang berlaku," ujar Badrodin.

Diketahui, bentrok antarwarga terjadi di Desa Dangguran, Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Aceh Singkil. Sebelum bentrok, sekelompok warga sempat membakar rumah ibadah di Desa Suka Makmur, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil.

Bentrokan mengakibatkan seorang tewas sementara empat mengalami luka-luka.


(DRI)