Din Syamsudin: Bela Negara Tak Selalu Berbau Militer

Anggitondi Martaon    •    Kamis, 15 Oct 2015 19:33 WIB
bela negara
Din Syamsudin: Bela Negara Tak Selalu Berbau Militer
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin (tengah). Foto:Antara/Wahyu Putro.

Metrotvnews.com, Jakarta: Bela negara tak melulu harus berbau militer. Tidak menjual aset negara kepada asing juga bentuk bela negara.

"Tidak ikut menjelek-jelekkan negara kita ke pihak asing juga bela negara. Jangan cuma berpikir bahwa bela negara itu latihan baris berbaris, latihan menggunakan senjata. Kalau konteksnya diserang negara lain ya itu masuk bela negara," kata Pimpinan Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin di kantor MUI, Jakarta, Kamis (15/10/2015).

Din mengatakan, serangan yang diterima Indonesia saat ini bukan lagi dalam bentuk fisik seperti zaman penjajahan. Serangan lebih banyak menyentuh sektor ekonomi dan politik.

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini berharap program bela negara dapat mencegah individu yang berpotensi membocorkan rahasia negara. Sebab, tindakan yang menguntungkan pihak asing itu dapat meruntuhkan kedaulatan negara.

"Itu kan meruntuhkan kedaulatan negara, jangan memberi peluang asing terlalu banyak. Ini jangan-jangan pemerintah yang harus bela negara terlebih dahulu," pungkas Din.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan, ancaman terbagi menjadi dua. Pertama, ancaman belum nyata. Misalkan, peperangan antarnegara yang melibatkan Indonesia dengan segenap potensi prajurit dan alat utama sistem persenjataannya.

"Harapan kita tidak menjadi nyata. Namun hal itu perlu diwaspadai, karena sewaktu-waktu bisa terjadi. Kita gerakan nonblok. Berkawan dengan semua negara. Seperti, Rusia, Amerika Serikat, dan Tiongkok," kata Ryamizard.

Kedua, ancaman nyata. Ryamizard sempat menyinggung konflik ojek berbasis aplikasi dan ojek pangkalan. Hal itu bentuk ancaman yang nyata. Sesama warga negara saling bentrok. Ia sangat menyesalkan konflik tersebut. "Sama-sama ojek, kok berkelahi ," ujarnya. 
 


(DRI)