Surya Paloh Tegaskan Tak Tahu Perkara yang Membelit Rio Capella

M Rodhi Aulia    •    Kamis, 15 Oct 2015 19:37 WIB
gratifikasi bansos sumut
Surya Paloh Tegaskan Tak Tahu Perkara yang Membelit Rio Capella
Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh memberikan keterangan kepada wartawan terkiat pengunduran diri Sekjen Partai NasDem Patrice Rio Capella di Kantor DPP Nasdem, Jakarta, Kamis, (15/10/2015).--Foto: MI/Atet Dwi Pramadia

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh mengaku tak mengetahui perkara yang membelit Patrice Rio Capella. Surya membantah prasangka berbagai pihak yang mengaitkan dirinya dengan kasus Rio Capella.

"Kalau saudara masih melihat wajah saya, kalau saudara yakin apa yang saya ucapkan, jawabannya, saya benar-benar tidak mengetahui sebelumnya dalam kaitan seperti apa yang Anda konstruksikan dalam pikiran Anda dan pikiran-pikiran sejumlah pihak," kata Surya Paloh dalam konferensi pers di Kantor DPP NasDem, Jalan Soeroso, Gondangdia, Jakarta Pusat, Kamis (15/10/2015).

Surya mengatakan itu setelah KPK menetapkan Sekjen Partai NasDem Patrice Rio Capella sebagai tersangka kasus gratifikasi. Rio diduga menerima janji, hadiah atau gratifikasi dari tersangka Gatot Pudjo Nugroho (GPN) dan Evy Susanti (ES) terkait pengamanan penanganan perkara bantuan sosial Provinsi Sumatera Utara di Kejaksaan Tinggi Sumut atau Kejaksaan Agung. Rio lantas mengundurkan diri dari NasDem dan DPR.

Surya Paloh juga membantah tuduhan tentang dirinya sebagai sosok kuat yang mengatur perkara yang melibatkan Gubernur nonaktif Sumatera Utara Gatot Pudjo Nugroho, Evy Susanti dan Sekjen Partai NasDem Patrice Rio Capella. Kendati Jaksa Agung HM Prasetyo berasal dari partainya.

"Seakan-akan ada pertemuan di sini (DPP Partai NasDem), mengonstruksikan ada upaya saya jadi makelar kasus, atau ada upaya supaya saya mempergunakan legalitas (atau kapasitas) saya, yang mengatur-ngatur terhadap saudara Gatot misalnya, Jaksa Agung misalnya," ujar Surya.

Surya mengaku masih memiliki hati nurani untuk tidak terlibat dalam perkara hukum, seperti tindak pidana korupsi. Dia dan partainya memiliki kesepakatan mutlak. Siapapun kader atau fungsionaris yang terlibat korupsi pilihannya hanya dua: mengundurkan diri atau diberhentikan.

"Ini bagian dari perjalanan dan sebuah komitmen atas konsistensi sikap yang terus-menerus dipegang teguh. Saya menghargai sikap Rio yang telah mengundurkan diri sebagai anggota dari Partai NasDem," tegas dia.

NasDem, kata Surya, menghargai langkah hukum yang ditempuh KPK. "Kami tidak pernah bermain-main antara ucapan dan perbuatan. Kami tahu tidak ada seorangpun yang sempurna, terbebas dari kesilapan baik yang kecil atau besar."


(MBM)