Pilkada Surabaya 2015

Sowan ke Khofifah, Risma-Wisnu Klaim Didukung Muslimat NU

Amaluddin    •    Kamis, 15 Oct 2015 20:05 WIB
pilkada serentak
Sowan ke Khofifah, Risma-Wisnu Klaim Didukung Muslimat NU
Tri Rismaharini-Wisnu saat berkunjung ke kediaman Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa. Foto: Metrotvnews.com/Amal

Metrotvnews.com, Surabaya: Pasangan calon kepala daerah Kota Surabaya Tri Rismaharini-Wisnu Sakti Buana klaim mendapat dukungan dari Muslimat dan Fatayat Nahdlatul Ulama (NU). Menurut mantan Wali Kota Surabaya itu, pihaknya sering melakukan komunikasi dan bertatap muka dengan anggota Muslimat dan Fatayat NU saat mengikuti pengajian.

"Alhamdulillah, Muslimat dan Fatayat NU siap mendukung," kata Risma, sapaan Rismaharini, usai berkunjung ke kediaman Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, di kawasan Jemursari, Jalan Wonocolo, Surabaya, Rabu (14/10/2015) malam.
 
Risma mengatakan kedatangannya ke kediaman Khofifah untuk mengikuti pengajian. Risma rutin mengikuti pengajian yang digelar Muslimat atau Fatayat NU. Dia yakin mendapat dukungan dari organisasi itu. "Ya, pasti kami sering bertatap muka dan berkomunikasi dengan mereka (Fatayat dan Muslimat NU)," katanya.

Sementara itu, Khofifah mengaku sudah kenal lama dengan Risma. Sejak maju dalam pilkada Kota Surabaya pada 2010 bersama Bambang Dwi Hartono, perempuan kelahiran Surabaya 19 Mei 1965 itu sering menjalin komunikasi dengan Risma. Tidak hanya menyangkut politik, tapi juga persoalan lain.
 
"Saya sangat mengenal Bu Risma. Saya juga mengenal prestasi-prestasinya. Beliau mampu membangun Surabaya. Kalau mereka (Fatayat dan Muslimat) itu sudah berkomunikasi secara intensif (dengan Risma), saya kira tidak perlu instruksi dukungan," kata Ketua Umum PP Muslimat NU itu. 
 
Khofifah berpesan kepada Risma untuk tetap semangat. Dia juga berharap agar Risma kembali terpilih sebagai wali kota. "Biasanya pemilih perempuan kan tidak mudah pindah ke lain hati. Kalau sudah A tidak akan pindah ke B," kata mantan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan di era Presiden Abdurrahman Wahid itu.


(UWA)