Atasi Listrik Padam, Pertamina Bangun PLTGU 1x250 MW

Dian Ihsan Siregar    •    Jumat, 16 Oct 2015 18:00 WIB
pertamina
Atasi Listrik Padam, Pertamina Bangun PLTGU 1x250 MW
Gedung Pertamina. (FOTO ANTARA/Andika Wahyu)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Pertamina (Persero) bersama Sojitz Corporation dan PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara resmi menandatangani nota kesepahaman untuk pengembangan pembangkit listrik berbahan bakar gas di Sumatera Utara (Sumut) dengan kapasitas 1x250 megawatt (mw).

Langkah strategis ini merupakan bagian dari upaya perseroan dan mitra untuk berkontribusi nyata dalam upaya mengatasi krisis energi di kawasan tersebut melalui peran sebagai Independent Power Producer (IPP). Komitmen tersebut sekaligus merupakan bentuk optimalisasi pemanfaatan fasilitas Arun Receiving, Hub &‎ Regastification LNG Terminal di Aceh serta piipa transmisi gas open access Arun-Belawan.

Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan antara Vice President Gas & Power Commercialization Pertamina Ginanjar, SVP Gas & Power Pertamina Djohardi Angga Kusumah‎, General Manager, Power Project Department Sojitz Corporation Takuji Asano, dan Direktur Utama Pembangunan Prasarana Sumatera Utara Tasimin Muhammad Tasya yang disaksikan Plt Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi.

‎Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Puponegoro menjelaskan, Pertamina melalui afiliasinya telah mengoperasikan fasilitas Arun Receiving, Hub & Regasification LNG Terminal di Aceh yang tersambung dengan pipa transmisi gas open access Arun-Belawan, yang keberadaannya sangat diperlukan bagi ketahanan energi dan pembangunan ekonomi di Nangroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara.

"Saat ini, melalui fasilitas tersebut Pertamina telah mengalirkan gas milik PLN untuk pembangkit listrik di Belawan dengan volume sekitar 90 MMSCFD," kata Wianda ketika ditemui di kantor pusat Pertamina, Jakarta, Jumat (16/10/2015).

Pertamina, kata Wianda, ingin berperan lebih untuk dapat membantu pemerintah pusat dan daerah dalam mengatasi krisis energi di wilayah Sumatera Utara. Data PLN menunjukkan Sumatera Utara memerlukan tambahan pasokan listrik sebesar 700-800 mw untuk benar-benar terhindar dari pemadaman bergilir.

"Untuk itulah kami menandatangani nota kesepahaman bersama para mitra untuk merealisasikan pembangunan PLTGU lPP berkapasitas 1x250 mw. Langkah ini sekaligus dapat mengoptimalkan manfaat infrastruktur gas yang telah kami bangun di Aceh dan Sumatera Utara. Tentu saja, pembicaraan konstruktif dan penuh komitmen dengan PLN sebagai single buyer listrik sangat diperlukan untuk merealisasikan proyek ini,” urai Wianda.

Sojitz Corporation merupakan perusahaan international IPP developer yang memiliki reputasi yang baik dan akan berperan penting dalam pembangunan PLTGU yang direncanakan berlokasi di Medan. Adapun, Pembangunan Prasarana Sumatera Utara merupakan salah satu BUMD di Sumatera Utara memiliki komitmen yang sangat kuat untuk dapat mengatasi krisis listrik di Sumatera Utara.

"Kami menargetkan PLTGU 1x250 MW ini dapat selesai pada 2019 apabila proses-proses, seperti perizinan dan pengadaan IPP dapat dilakukan dengan tepat waktu. Kami telah mengamankan pasokan gas yang diperlukan sebagai energi primer untuk PLTGU tersebut. Total volume gas yang diperlukan untuk PLTGU ini sekitar 35 MMscfd," tutup Wianda.


(AHL)