Kasihani Karyawan, Lulung Pilih Diskotek Ditutup 02.00 WIB

Intan fauzi    •    Sabtu, 17 Oct 2015 00:02 WIB
hiburan malam
Kasihani Karyawan, Lulung Pilih Diskotek Ditutup 02.00 WIB
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana (tengah) berjalan keluar seusai menjalani pemeriksaan di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (4/5) malam. MI/SUSANTO

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Ketua DPRD DKI Abraham Lunggana belum sepakat dengan rancangan Perda tentang jam operasional diskotek hingga pukul 24.00 WIB. Haji Lulung, sapaannya, menilai diskotek sebaiknya ditutup pada 02.00 WIB demi nasib para karyawannya.

"Karena ini kan menyangkut karyawan. Kalau pukul 24.00 WIB tutup, itu perusahaannya kaya apa gaji karyawan tadi? Kalau menurut saya pukul 02.00 WIB," kata Lulung di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (16/10/2015).

Lulung kasihan dengan karyawan sekaligus pengusaha diskotek jika jam operasional semakin diperketat. Dia menyarankan jam operasional tidak diubah tetapi ada investigasi dari aparat keamanan.

Dari hasil pantauannya, Lulung menilai suasana diskotek pada pukul 24.00 WIB masih sepi. Jika saat itu diskotek dipaksa ditutup, mereka tidak akan mendapat keuntungan.

"Kalau saya investigasi walau saya bukan Baleg (Badan Legislatif), ini bidang saya (Komisi B). Saya monitor, kalau kita dari jauh enggak lihat di bawah, itu pukul 24.00 WIB sepi. Saya punya potret, ada yang datangin," jelas dia.

Di samping itu, jelas dia, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari hiburan malam cukup besar. Lulung juga telah menyampaikan pendapatnya pada pertemuan DPRD DKI dengan Kepala Badan Narkotika Nasional Komjen Budi Waseso.

"Saya harus memberi masukan, tetapi keputusan tetap di dia (Balegda), saya sarankan (diskotek tutup sampai) pukul 02.00 WIB. Kalau enggak nanti bangkrut dong perusahaan, karyawan kasihan," pungkas Lulung.


(OGI)