RAPBN 2016, Anggaran Kementerian ESDM Disetujui Rp7,807 Triliun

Annisa ayu artanti    •    Senin, 19 Oct 2015 15:23 WIB
rapbn 2016
RAPBN 2016, Anggaran Kementerian ESDM Disetujui Rp7,807 Triliun
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) Kardaya Warnika mengungkapkan, anggaran Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2016 disetujui namun berada di bawah usulan awal.

Pada awalnya, di Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi VII DPR RI dengan Kementerian ESDM diusulkan anggaran Kementerian ESDM di RAPBN 2016 sebesar Rp8,894 triliun. Namun, Komisi VII DPR RI menyetujui anggaran tersebut di angka Rp7,807 triliun. Menurunnya anggaran itu karena ada beberapa proyek sektor energi yang memang dikurangi.

"Keputusan tunggal, komisi VII DPR RI dan Menteri ESDM sepakat anggaran RAPBN 2016 Kementerian ESDM sebesar Rp7,807 triliun," tegas Kardaya, di Komisi VII DPR, Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (19/10/2015).

Kardaya menjelaskan ada beberapa program dari Kementerian ESDM yang diusulkan Menteri ESDM Sudirman Said dikurangi sehingga berdampak pada pemotongan anggaran di antaranya program Direktorat Jendral Ketenagalistrikan dari yang diusulkan Rp968,36 miliar menjadi Rp 194,51 miliar, dan Direktorat Jendral Migas dari yang diusulkan Rp3,28 triliun menjadi Rp 2,3 triliun.

Selain itu, pengurangan juga terjadi untuk Direktorat Jendral Minerba Rp236,49 miliar menjadi Rp190,49 miliar, dan Badan Pengatur Kegiatan Hilir (BPH) dari yang diusulkan Rp170,74 miliar menjadi Rp118 miliar,

Sementara untuk program lainnya, tambah Kardaya, Sekretariat Jendral jadi Rp454 miliar, Inspektorat Jendral jadi Rp77,44 miliar, Badan Penelitian dan Pembangunan dari yang diusulkan Rp737,02 mliar menjadi Rp857,02 miliar, Badan Geologi dari Rp689,03 milar menjadi Rp759,36 miliar,

Kemudian, Badan Pendidikan dan Pelatihan jadi Rp638,34 miliar, Sekretariat Jendral Dewan Energi Nasional jadi Rp67,53 juta, Direktorat Jendral EBTKE dari yang diusulkan Rp1,556 triliun menjadi Rp2,150 triliun.

"Sehingga total yang asalnya diusulkan sebesar Rp8,894 triliun menjadi Rp7,807 triliun. Jadi benar terjadi pengurangan (sekitar) Rp1,086 triliun," pungkas Kardaya.


(ABD)