Penyebab Pencairan dan Penggunaan Dana Desa Terhambat

Anggitondi Martaon    •    Senin, 19 Oct 2015 19:11 WIB
dana desa
Penyebab Pencairan dan Penggunaan Dana Desa Terhambat
Menteri Desa, PDT, dan Transmigrasi Marwan Jafar berbicara pada peluncuran Indeks Desa Membangun di kantor Kementrian Desa PDT dan Transmigrasi, Kalibata, Jakarta, Senin (19/10).--Foto: Antara/HO

Metrotvnews.com, Jakarta: Pencairan dan penggunaan dana desa di pemerintahan desa tidak berjalan mulus. Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes) Marwan Jafar ‎mengatakan, ada dua faktor yang membuat pencairan dan penggunaan dana desa tidak maksimal.

Pertama, mayoritas aparatur desa takut menggunakan dana desa. Abanyak pihak mencari-cari kesalahan penggunaan dana desa.

"Ya mereka (aparat desa) memang rata-rata ada unsur ketakutan, makanya beberapa kali saya tegaskan unsur ketakutan itu tidak (harus) ada," kata Marwan setelah membuka peluncuran Indeks Membangun Desa di Operasional Room Kemendes, Kalibata, Jakarta Timur, Senin (19/10/2015).

Untuk menghilangkan rasa ketakutan itu, Marwan meminta pihak kepolisian dan kejaksaan tidak mencari-cari masalah penggunaan dana desa. "Kepala desa diuber-uber, dicari masalahnya, dicari kasus, itu tidak boleh lagi," ungkap dia.

Selain itu, birokrasi penyerahan dana desa juga menjadi salah satu faktor utama terhambatnya penyaluran dan penggunaan dana desa. Sebab itu, politikus PKB ini berkomitmen mempermudah dan menyederhanakan proses birokrasi tersebut.

"Maka yang ‎kita sebut sebagai over regulated itu kita sederhanakan. Nah itu salah satu yang kita maui. Maka ke depan jauh lebih lancar," ujar Marwan.


(MBM)