Tak Trauma, Frans Siap Kerja di Helikopter Lagi

Ahmad Mustaqim    •    Senin, 19 Oct 2015 19:25 WIB
helikopter hilang kontak
Tak Trauma, Frans Siap Kerja di Helikopter Lagi
Anggota Keluarga saat menunjukkan foto Frans ketika masih hilang. Foto: Metrotvnews.com/Mustaqim

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Fransiskus Subihardayan, 22, salah satu korban jatuhnya Helikopter EC-130 PK-BKA di Danau Toba, Samosir, Sumatra Utara, mengaku tak trauma dengan kejadian yang ia alami.

Padahal, Frans, panggilannya, harus menjalani hidup di tengah ketidakjelasan dalam tiga hari dua malam mengapung di Danau Toba sebelum ditemukan tim penyelamat.

Kejadian itu malah menguatkan pengalaman rohaninya karena masih diberi kesempatan hidup. "Kejadian itu seperti memberi saya banyak pengalaman rohani. Mukjizat Tuhan seperti berjalan," kata Frans saat ditemui di kediamannya, RT 04/II, Tegal Bojan, Purwomartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta, Senin (19/10/2015).

Frans juga siap kembali bekerja di tempat penerbangan sebagai helicopter landing officer (HLO). Sebelum bekerja, Frans akan lebih dulu mengurus surat identitas yang hilang saat jatuh di Danau Toba, seperti KTP, kartu anjungan tunai mandiri, dan SIM.

"Tidak ada batasan waktu dari perusahaan. Sesiapnya. Rencananya, dalam seminggu ini saya mengurus surat-surat identitas yang raib," ujarnya.

Frans sudah bekerja selama tiga tahun di perusahaan penerbangan itu. Namun, pihaknya juga akan lebih dulu memanfaatkan waktu selama di Yogyakarta untuk menghilangkan trauma dengan menenangkan pikiran bersama keluarga dan tetangganya.

"Saya sudah tenang berada di rumah. Tapi saya juga ingin refreshing bersama keluarga dan tetangga yang ikut mendoakan keselamatan saya," kata dia.

Seperti diberitakan, Frans berhasil diselamatkan tim penyelamat dalam kecelakaan helikopter di Danau Toba. Saat ini, Frans telah berada di kediamannya di Yogyakarta sejak Minggu, 18 Oktober.


(UWA)