Terkait Luka Lebam, UIN Surabaya Enggan Berkomentar

Muhammad Khoirur Rosyid    •    Senin, 19 Oct 2015 20:41 WIB
meninggal dunia
Terkait Luka Lebam, UIN Surabaya Enggan Berkomentar
Mahasiswa UIN Sunan Ampel, Surabaya. (Metrotvnews.com/MK Rosyid)

Metrotvnews.com, Surabaya: Beredarnya luka lebam yang ditemukan di tubuh dua mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya saat pendidikan dan latihan dasar (ditlatsar), diserahkan ke pihak berwajib.

Baca: Dua Mahasiswa Pencinta Alam UIN Surabaya Tewas saat Diklat

"Kami tidak ingin berspekulasi. Kami menyerahkan semuanya kepada pihak yang berwajib. Soal riwayat penyakit juga itu bukan wilayah kami, sudah ada pemeriksaan sebelumnya. Kami berdasarkan data dan fakta," kata Rektor UINSA Surabaya Prof. Abdul A'la, Senin (19/10/2015).

A'la mengatakan pihak keluarga juga sudah mengetahui kondisi korban saat berada di rumah sakit. "Keluarga kedua korban ada di rumah sakit dan mengetahui kondisinya. Soal hukumnya kami siap menghadapinya kalau memang dipersoalkan," kata dia.

Baca: Rektor UIN Surabaya: Diklatsar Mapala Sesuai Prosedur

Sebelumnya, keluarga kedua mahasiswa meminta pihak UINSA Surabaya mengungkapkan fakta sebenarnya sebab kematian dua mahasiswa, yakni Yudi Akbar Rizky, 18, mahasiswa semester I Fakultas Psikologi dan Kesehatan dan Lufi Rahmawati, 19, mahasiswa Fakultas Matematika dan Saintek.

Keduanya meninggal saat pelaksanaan diklatsar di Wana Wisata Sumuran RPH, Dusun Bekur, Desa Sumberejo, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, pada Sabtu, 17 Oktober. Diklatsar dilaksanakan sejak Rabu, 15 Oktober.


(UWA)