Pembunuhan Anak dalam Kardus

Keluarga PNF Minta Agus Dihukum Mati

Intan fauzi    •    Selasa, 20 Oct 2015 17:37 WIB
mayat bocah dalam kardus
Keluarga PNF Minta Agus Dihukum Mati
Kuasa hukum keluarga PNF, Priyagus Widodo. (Foto: MTVN/Intan Fauzi)

Metrotvnews.com, Jakarta: Keluarga PNF meminta pembunuh bocah sembilan tahun itu dihukum mati. Keluarga PNF telah menunjuk kuasa hukum untuk mengawal kasus pembunuhan itu hingga tuntas. PNF dibunuh dan jasadnya dimasukan dalam kardus oleh Agus Dermawan.
 
“Pengacara sudah ditunjuk Sabtu kemarin," kata ayah korban, Asep Saepuloh, kepada Metrotvnews.com usai rekonstruksi di bedeng Agus Dermawan, Jalan Peta Barat, Rawa Lele, Kalideres, Jakarta Barat, Selasa (20/10/2015).
 
Kuasa hukum keluarga PNF, Priyagus Widodo, berjanji akan mengawal kasus pembunuhan keji itu hingga proses peradilan selesai. "Kami memantau, mengawal penyidikan, penuntutan di kejaksaan dan proses pengadilan. Pokoknya mengawal sampai kasus ini selesai," kata Priyagus.
 
Priyagus menjelaskan, keluarga korban meminta Agus dihukum mati berdasarkan pasal yang disangkakan kepadanya. "Hukuman mati, kami minta pelaku diberi hukuman mati," ujar Priyagus.
 
Melihat hasil rekonstruksi, Priyagus menjelaskan, keluarga korban sudah cukup lega. Keluarga mengapresiasi upaya kepolisian mengungkap kasus pembunuhan PNF.
 
"Keluarga mengapresiasi kerja polisi. Pada saat rekonstruksi ini semua terungkap bagaimana Agus melakukan perbuatan kejinya kepada korban. Kami apresiasi kerja penyidik. Ini bentuk upaya mempermudah pertanyaan di pengadilan," ujarnya.
 
Polda Metro Jaya menetapkan Agus sebagai tersangka pembunuhan PNF. Agus dijadikan tersangka setelah penyidik melakukan penyidikan di bedeng milik Agus di Kampung Rawa Lele, Kalideres Jakarta Barat. Polisi menemukan sejumlah alat bukti untuk menjerat Agus.
 
Barang bukti tersebut berupa hasil autopsi yang dilakukan Rumah Sakit Polri. PNF diperkirakan tewas delapan hingga 12 jam sejak awal autopsi. Selain itu, polisi menemukan kekerasan benda tumpul di leher korban, juga sperma di vagina korban. Tak hanya itu, ada luka di anus korban.


(FZN)