Imbas Asap, Makin Banyak Toko Boikot Produk Sinar Mas di Singapura

Fajar Nugraha    •    Rabu, 21 Oct 2015 07:59 WIB
asap
Imbas Asap, Makin Banyak Toko Boikot Produk Sinar Mas di Singapura
Produk APP yang ditarik toko-toko di Singapura (Foto: The Straits Times)

Metrotvnews.com, Singapura: Asap dari wilayah Indonesia yang sampai ke Singapura, ditanggapi dengan boikot toko-toko terhadap produk Asia Pulp and Paper (APP). APP yang merupakan anak perusahan Sinar Mas dituduh sebagai biang keladi kebakaran hutan di Indonesia.

Setelah NTUC FairPrice and Sheng Siong yang menolak produk dari APP, kini toko online RedMart juga mengumumkan untuk tidak menjual lagi produk APP. Pada Senin (19/10/2015), mereka memutuskan untuk menarik semua produk APP.

Menurut pernyataan yang diutarakan melalui akun Facebook, RedMart menyatakan bahwa penarikan produk APP itu dilakukan dengan inisiatif sendiri. Mereka memutuskan hal tersebut setelah adanya penyelidikan Singapore Environment Council dan the National Environmet Agency (NEA).


Foto: The Straits Times

"Keputusan ini juga diambil setelah adanya penundaan sementara dari sertifikasi Green Label, dari distributor eksklusif APP yakni, Universal Sovereign Trading," ucap pihak RedMart, dalam pernyataannya, seperti dikutip The Straits Times, Selasa (20/10/2015).

Adapun produk yang ditarik adalah produk di bawah merk dagang Paseo dan NICE. RedMart mengikuti langkah dari FairPrice, Sheng Siong dan Prime yang berhenti menjual produk kertas APP.

Sementara The Dairy Farm group yang mengoperasikan toko seperti 7-Eleven, Giant dan Cold Storage, juga mengumumkan untuk tidak lagi membeli produk dari APP. Namun keputusan itu baru akan dilakukan setelah stok yang The Dairy Firm miliki sudah habis.

Sebelumnya, The Straits Times memaparkan dalam grafis pada 16 Oktober 2015 yang menunjukkan keterkaitan APP dalam kebakaran hutan yang melanda Indonesia. Asap dari kebakaran hutan menjalar ke Singapura, Malaysia hingga Thailand.

"Sebagian besar dari wilayah kebakaran dan titik api di Indonesia, berada di lahan yang dimiliki oleh perusahaan itu (APP) dengan konsensi hutan yang diperoleh dari Pemerintah Indonesia. APP juga tengah dalam tekanan Pemerintah Indonesia dan LSM," sebut grafis The Straits Times.

"Konsensi-konsesi yang dimiliki APP ini, mencatat jumlah titik api tertinggi dibanding perusahaan lain," lanjut grafis tersebut.

The Straits Times mencatat hanya ada 19 produk APP yang ditarik dari FairPrice. Sementara 19 produk itu diperkirakan masih tersedia di Cold Storage, 7-Eleven, Giant dan beberapa toko lainnya.

Secara resmi, FairPrice menyatakan 18 produk APP ditarik dari gerainya. Tetapi menurut The Straits Times, produk APP yang hanya dijual di toko FairPrice Xtra juga telah ditarik dari peredaran.
 


(FJR)