Penjelasan Ahok Terkait Dana Operasional Rp150 Juta per Hari

Intan fauzi    •    Rabu, 21 Oct 2015 19:28 WIB
ahok-dprd
Penjelasan Ahok Terkait Dana Operasional Rp150 Juta per Hari
Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama dan Wakil Ketua DPRD DKI M Taufik. (Foto:MTVN/LB Ciputri Hutabarat)

Metrotvnews.com, Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengakui dana operasional gubernur besar. Namun uang itu tak sepenuhnya untuk dirinya, tetapi dibagi-bagi buat berbagai keperluan, termasuk membayar tentara dan polisi.
 
Ahok menjelaskan, dana operasional terbagi dalam empat penggunaan, yakni sumbangan untuk masyarakat, pernikahan, aparat keamanan, dan lingkungan.
 
"Uang operasional dibagi 4, sumbangan, pernikahan, buat keamanan seperti buat TNI dan Polri kita kasih makan kalau ada demo, termasuk beresin Kali Ciliwung. Kamu kira dana miliaran itu dari mana duitnya? Itu uang operasional. Lalu buat kawinan kirim bunga juga dari operasional. Ada juga operasional lain-lain, saya bisa jamu orang makan, beli baju mau pameran atau bikin baju," kata Ahok di Hotel Sari pan Pacific, Jalan MH Thanrin, Jakarta Pusat, Rabu (21/10/2015).
 
Sebagian dana operasional sekitar 40 persen disimpan di Biro Kepala Daerah Hubungan dan Kerja Sama Luar Negeri. "Dana operasional sebagian, kalau enggak salah 40 persen, di Biro KDH,” kata Ahok.
 
Ahok salah satu kepala daerah yang menyimpan dana operasional dalam rekening bank. Dia terbuka. KPK mengawasi setiap transaksi. "Saya mungkin menaruh uang operasional di rekening bank. Makanya kemarin dengan KPK kita bahas operasional dipakai ke mana saja karena itu semua ada transaksinya," ujarnya.
 
Mantan Bupati Belitung Timur itu menjelaskan, dana operasional merupakan hak kepala daerah. Namun, uang itu tetap haram masuk kantong pribadi.
 
"Sebetulnya operasional hak kepala daerah, tapi enggak boleh masuk ke tabungan. Apalagi masuk kantong beli mobil dan buat anak sekolah, enggak boleh karena enggak dipotong pajak," tegasnya.


(FZN)