SDA Ubah Kebijakan Sisa Kuota Haji 2012

Renatha Swasty    •    Rabu, 21 Oct 2015 19:37 WIB
suryadharma ali
SDA Ubah Kebijakan Sisa Kuota Haji 2012
Mantan Menteri Agama Suryadharma Ali/MI/Rommy P

Metrotvnews.com, Jakarta: Mantan Menteri Agama Suryadharma Ali (SDA) diketahui membuat kebijakan menaikkan usia prioritas pengisi sisa kuota jemaah haji pada 2012 dari 60 tahun menjadi 87 tahun. Melalui kebijakan itu, SDA memanfaatkan 485 sisa kuota jemaah haji.

Mantan Direktur Pelayanan Haji Sri Ilham Lubis membeberkan, pada 2012 ada 11.000 sisa kuota haji, setelah dilakukan perpanjangan pembayaran sesuai Peraturan Menteri Agama No 15 tahun 2006 dilaporkan kembali sisa kuota 2.855. Dari angka itu, sesuai Peraturan Menteri Agama nomor 11 tahun 2010 mereka yang diprioritaskan naik haji adalah jemaah yang mempunyai nomor kursi, sudah terdaftar, belum pernah haji dan diutamakan usia lanjut di atas 60 tahun, pendamping jamaah uzur, penggabungan suami istri, penggabungan anak dan orang tua. Namun, SDA meminta usia diubah.

"Pak SDA pernah meminta daftar usia lanjut mulai 60 tahun, beliau minta printkan data dari usia 60 tahun ke atas berapa kebutuhan kuotanya, untuk usia lanjut dengan pendamping," ujar Sri dalam sidang untuk terdakwa SDA di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (21/10/2015).

Sri mengaku memberikan data yang dimiliki Siskohat mulai usia 60 tahun hingga 90 tahun. Setelah dilihat Suryadharma, kemudian diminta usia yang diprioritaskan 87 tahun ke atas.

"Kita sudah berikan data usia 60-90 dari situ ditentukan, diputuskan 87 tahun ke atas. Ada 669 orang plus pendamping 669 orang," beber Sri.

Atas kebijakan itu, Sri mengaku masih ada sisa kuota haji nasional yang tersisa. Dari pendataan diketahui sisa kuota nasional masih sebesar 485.

Suryadharma, lanjut Sri menyetujui sisa kuota nasional itu diisi pihak lain di luar peraturan. "Masih ada 485, itu ada sisa kuota nasional, Pak SDA menyetujui sisa kuota itulah yang jadi dasar pengisian berikutnya di luar peruntukan yang tadi," tambah Sri.

Sisa kuota itu diisi berdasarkan permohonan yang masuk ke Menteri dan Dirjen. Data-data itu lanjut Sri direkap oleh Staf Khusus Menteri Agama, Ermalena.

"Rekapnya itu Ibu Ermalena menyampaikan pada Pak SDA untuk dimintakan persetujuan. Itu permintaan ada dari instansi terkait, parlemen, legislatif, yudikatif, ormas, individu, berbagai kalangan," beber Sri.

Namun, Sri mengaku saat pengisian sisa kuota itu, ia tengah berada di Arab Saudi sehingga tidak begitu mengikuti siapa-siapa saja yang dimasukkan ke dalam sisa kuota.

"Saya dapat laporan dari staf saya di Subdit Pendaftaran, rekapan ibu Ermalena dikirim via email, itu ada nama namanya, dikirim ke staf saya, staf saya sampaikan ke Pak Anggito, Pak Anggito setuju, kemudian diproses," pungkas Sri.


(OJE)