Preman Berkedok Pengurus Ormas Dibekuk di Jakut

Thomas Harming Suwarta    •    Rabu, 21 Oct 2015 19:49 WIB
premanisme
Preman Berkedok Pengurus Ormas Dibekuk di Jakut
Polisi menangkap preman di wilayah Jakarta Barat. Foto: MI/Angga Yuniar

Metrotvnews.com, Jakarta: Lima pengurus Laskar Merah Putih ditangkap. Mereka diduga bukan anggota organisasi massa itu, tapi preman.

Kelima pengurus Laskar masing-masing CM, 50; MI, 47; D, 54; MSN, 62; dan BT, 52. Mereka mengaku sebagai Panglima Besar, Ketua Umum, dan anggota Laskar Merah Putih.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Ajun Komisaris Besar Hengki Haryadi menjelaskan, kelima tersangka mencekik dan mengusir 20 petugas Bea Cukai yang mengecek 20 kontainer pasir konsentrat siap eskpor ke Tiongkok.

"Kami tangkap dengan bukti kuat, yaitu CCTV, tongkat besi, dan mobil ormas serta bukti lain. Kami tetapkan lima anggota ormas ini jadi tersangka," kata Hengki, Rabu (21/10/2015).

Mereka mengenakan pakaian seragam ormas lalu mengancam petugas Bea Cukai. Bahkan, ada petugas yang dipukul. "Ini cara-cara preman," kata Hengki.

Temuan ini menjadi pintu masuk bagi penyidik Polres Pelabuhan, membongkar sindikat preman berkedok ormas atau LSM di pelabuhan. "Sudah ada temuan di tempat lain ada aksi serupa. Kami habisi semua," tegasnya.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Ajun Komisaris Victor Inkiriwang menambahkan aksi premanisme pengurus Laskar Merah Putih terjadi di PT Perkasa Tangguh Mandiri di Jalan Raya Cakung KM 3, Jakarta Utara, pada 7 Oktober.

Berawal dari kecurigaan petugas Bea Cukai terhadap 20 kontainer pasir konsentrat yang diduga menyalahi aturan. 20 petugas Bea Cukai mendatangi PT PTM untuk menguji sampel pasir.

"Di lokasi petugas justru didatangi oleh anggota ormas ini, lengkap dengan mobil dan pakaian seragam ormas lalu mengusir bahkan ada yang dipukul," kata Victor.

Dalam kasus ini polisi menyita berbagai alat bukti antara lain dua unit mobil sedan, satu unit Toyota Alphard, 14 atribut milik tersangka seperti seragam ormas dan sepatu, serta lima unit telepon genggam.


(TRK)