Jelang Pilkada, Jokowi Minta Kepala Daerah Waspada

Desi Angriani    •    Rabu, 21 Oct 2015 20:00 WIB
pilkada serentak
Jelang Pilkada, Jokowi Minta Kepala Daerah Waspada
Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menteri Kabinet Kerja terkait memimpin Rapat Kerja Pemerintah (RKP) di Istana Negara, Jakarta, Selasa (21/10).--Foto: MI/Mardani

Metrotvnews.com, Jakarta: Kepala daerah diminta bersiaga di daerah masing-masing. Mereka diminta mewaspadai potensi kerusuhan menjelang pelaksanaan Pilkada serentak, 9 Desember 2015.

"Kalau ada hal-hal yang mempunyai potensi mengganggu keamanan agar diinformasikan kepada Menkopolhukam secepat-cepatnya," kata Presiden Joko Widodo dalam Rapat Kerja Pemerintah bersama ratusan kepala daerah di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakarta, Rabu (21/10/2015).

Jokowi tak ingin ancaman keamanan mengganggu jalannya proses pilkada. Pemerintah telah menginstruksikan aparat hukum di provinsi atau kabupaten/kota untuk bersiaga. Jokowi meminta Menkpolhukam Luhut Binsar Pandjaitan membagikan nomor kontak pribadi agar dapat dihubungi para gubernur dan bupati/wali kota.

"Jangan sampai sudah ada apinya, apalagi sudah kebakaran, baru kita carikan pemadamnya, terlambat. Saya minta Pak Menko Polhukam diberikan nomor teleponnya biar semuanya mencatat. Agar tadi yang disampaikan kalau ada pertanyaan bisa langsung kita selesaikan," tutur suami Ibu Negara Iriana ini.

Rapat hari ini diikuti sebanyak 667 orang. Rapat dilaksanakan dalam tiga sesi berdasarkan pengelompokan masing-masing. Sesi pertama dilaksanakan pukul 13.00-14.30 WIB diikuti oleh gubernur, bupati dan wali kota dari wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi dan Maluku.

Sesi kedua dilaksanakan pukul 15.00-16.30 WIB, diikuti oleh gubernur, bupati dan wali kota dari wilayah Sumatera, Kalimantan dan Papua sebanyak 269 orang. Sedangkan sesi ketiga dilaksanakan pukul 17.00-18.30 WIB khusus bagi para direktur utama BUMN.

Menteri yang hadir antara lain Luhut Pandjaitan, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko PMK Puan Maharani, Menko Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli, Mensesneg Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Mendagri Tjahjo Kumolo, Kepala Staf Presiden Teten Masduki, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya.


(MBM)