OJK Inisiasi Hari Rabu Jadi Hari Rajin Menabung

Husen Miftahudin    •    Kamis, 22 Oct 2015 07:57 WIB
ojk
OJK Inisiasi Hari Rabu Jadi Hari Rajin Menabung
Ilustrasi OJK. (ANTARA FOTO/Fanny Octavianus)

Metrotvnews.com, Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus menggalakkan budaya menabung kepada masyarakat sejak dini. Salah satu caranya, yakni dengan menginisiasi hari Rabu menjadi Gerakan Nasional Menabung (GNM).

Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad mejelaskan, hari Rabu pada pekan pertama setiap bulannya ditetapkan sebagai GNM. Melalui Program Tabungan Siswa Simpanan Pelajar (SimPel)/SimPel iB, jadi salah satu instrumen dalam mendukung GNM.

"Jadi nanti tiap Rabu perbankan datang ke sekolah bersama mobil edukasi untuk memberikan sosialisasi gerakan menabung ini. Ini menjadi terbukanya pintu layanan perbankan, karena bukan hanya muridnya tapi juga gurunya dan ini buka peluang bisnis bagi bank," ujar Muliaman saat sosialisasi program Simpel kepada sejumlah Gubernur Kepala Daerah di Kantor OJK, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (21/10/2015) malam.

Dalam mengimplementasikan program tersebut, lanjutnya, OJK menggandeng Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta Kementerian Agama untuk mempermudah akses SimPel/SimPel iB dengan kesatuan pendidikan.

"OJK memandang perlunya sinergi dan kolaborasi antara OJK dengan kementerian terkait dan para Gubernur Kepala Daerah sehingga dapat memberikan dampak yang signifikan serta mempercepat akselerasi pencapaian target inklusi keuangan yang telah dicanangkan pemerintah," papar Muliaman.

Ia menjelaskan bahwa program tabungan SimPel/SimPel iB juga dapat menjadi sarana penyaluran dana Program Indonesia Pintar (PIP). "Ini karena Tabungan SimPel/SimPel iB memiliki karakteristik yang spesifik yaitu nama siswa yang tercatat sebagai pemilik rekening dan tercantum pada buku tabungan," pungkas Muliaman.

Sebagai informasi, sejak dilakukannya aktivasi program tabungan SimPel/SimPel iB pada 8 September 2015, telah dilakukan sebanyak 2.588 kali edukasi Simpel/SimPel iB ke sekolah-sekolah di berbagai wilayah Indonesia. Sebanyak 1.064 di antaranya telah ditindaklanjuti dengan Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan pihak Sekolah, Madrasah, serta Pondok Pesantren.


(AHL)