Pengamat Sebut Budaya Malu di Indonesia Luntur

LB Ciputri Hutabarat    •    Kamis, 22 Oct 2015 08:38 WIB
parpol
Pengamat Sebut Budaya Malu di Indonesia Luntur
Pengamat Politik Senior Tjipta Lesmana/MI/Susanto

Metrotvnews.com, Jakarta: Budaya malu di dunia politik Indonesia masih dipertanyakan. Pakar Komunikasi Politik, Tjipta Lesmana menilai belum ada kesadaran dari partai politik dalam menindak kadernya yang bermasalah.

"Dari segi etika, banyak perilaku partai lain yang memalukan. Saya enggak ngerti itu PKS enggak cepat mencopot atau minta mundur SDA. Apa budaya malu Indonesia makin luntur?," kata Tjipta di program Bincang Pagi Metro TV, Kamis (22/10/2015).

Seharusnya setiap anggota dewan yang terjerat kasus harus segera ditindak. Parpol, sambung Tjipta, harus punya sikap tegas dan mendidik kader-kadernya dengan budaya malu.

"Memang kita ada praduga tak bersalah. Tapi etikanya begitu tersangka mundur atau pecat. Bagaiamana bisa (anggota dewan status tersangka) kerja lagi? Kan dia pasti bolak balik menjalani pemeriksaan," ungkap dia.

Dalam kasus ini, Tjipta memuji sikap partai Nasional Demokrat (NasDem) yang langsung mengambil sikap saat mantan Sekjen NasDem, Patrice Rio Capela ditetapkan sebagai tersangka. Dia bilang, langkah NasDem perlu ditiru oleh partai lain.

"Saya perlu angkat topi ke Surya Paloh. Satu setengah jam penetapan tersangka cuma dua opsinya mundur atau pecat dari partai. Saya kira perlu partai lain meniru jalan cepat NasDem," kata dia.


(OJE)