Pertamina Bidik 7 KKKS Penuhi Kebutuhan Minyak Mentah

Annisa ayu artanti    •    Kamis, 22 Oct 2015 16:43 WIB
minyak mentah
Pertamina Bidik 7 KKKS Penuhi Kebutuhan Minyak Mentah
Ilustrasi Pertamina (FOTO ANTARA/Andika Wahyu)

Metrotvnews.com, Jakarta: Manajemen PT Pertamina (Persero) mengaku tengah menjajaki tujuh perusahaan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk bekerja sama dalam memproduksi minyak mentah guna mengurangi impor nasional.

Direktur Pengolahan Pertamina Rachmat Hardadi mengatakan bila Pertamina berhasil mengajak ketujuh perusahaan tersebut untuk bekerja sama maka paling tidak ada tambahan pasokan minyak mentah sebanyak 200 ribu barel per hari.

"200 ribu barel tambahan ada enam sampai tujuh KKKS sedang dilobi," kata Rachmat, dalam Pemaparan Kinerja Kuartal III-2015 Pertamina, di Kantor Pusat Pertamina, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Kamis (22/10/2015).

Dari ketujuh perusahaan tersebut, Hardadi menyebutkan dua perusahaan telah konfirmasi dan menyatakan siap bekerja sama dengan Pertamina. Sedangkan lima perusahaan yang lain masih dalam pembicaraan. Diharapkan lima perusahaan tersebut bersedia melakukan kerja sama.

Saat ditanyai perusahaan mana saja yang bersedia digandeng oleh Pertamina dalam proyek ini, Hardadi masih enggan menyebutkan detilnya. Hanya dia menyampaikan, dua perusahaan yang sudah konfirmasi ini akan memasok minyak menyah dalam jumlah besar.

Hardadi berharap agar sisa perusahaan lainnya akan konfirmasi secepatnya untuk bekerja sama dengan Pertamina, paling tidak November mendatang sudah ada keputusan. "Dua sudah konfirmasi, 120 ribu barel per hari. Mudah-mudahan Desember sudah masuk tambahan. Nanti saya cek (nama KKKS-nya)," tutur Hardadi

Lebih lanjut, Hardadi memaparkan, saat ini kebutuhan minyak mentah Indonesia mencapai 850 barel per hari. Namun, Indonesia hanya dapat memasok sebanyak 60 persen. Sisa kekurangannya ditutupi melalui impor. Maka dari kerja sama ini diharapkan setidaknya dapat membantu menekan impor minyak mentah nasional.


(ABD)