Perbedaan Asuransi Komersial dan BPJS Kesehatan

Nia Deviyana    •    Sabtu, 24 Oct 2015 12:07 WIB
bpjs kesehatan
Perbedaan Asuransi Komersial dan BPJS Kesehatan
Asuransi kesehatan dan BPJS Kesehatan. (Foto:MTVN)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kesehatan adalah harta yang paling mahal harganya. Jika tidak sehat, Anda tak bisa bekerja dan menikmati kebersamaan dengan orang tercinta, bukan?

Namun, seperti cuaca, penyakit tak bisa diprediksi kedatangannya. Memiliki asuransi kesehatan menjadi hal yang sangat penting saat ini mengingat mahalnya biaya berobat.

Sejak 2014, Pemerintah meluncurkan program asuransi kesehatan yang dipayungi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. BPJS sempat dianggap akan menggusur minat masyarakat terhadap asuransi kesehatan milik swasta atau komersial. Namun, anggapan tersebut salah, melihat jumlah pemegang asuransi kesehatan komersial yang tak kalah banyak. Bahkan, ada peserta BPJS Kesehatan yang juga memiliki asuransi kesehatan komersial. 

Nah, bagi Anda yang masih bingung memilih BPJS atau asuransi kesehatan komersial, berikut kami rangkum perbedaan keduanya sebagai bahan pertimbangan.

1. Besaran Premi Berbeda

Premi asuransi komersial terbilang mahal dan berjangka. Besarnya dimulai dari angka ratusan ribu rupiah, tergantung fasilitas kesehatan apa yang diinginkan.Semakin tua usia yang didaftarkan,maka harga premi akan semakin mahal. Begitu pula jika yang didaftarkan seorang perokok.

Sementara, premi BPJS kesehatan tergolong terjangkau. Pemerintah telah menyepakati besaran iuran premi kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yaitu sebesar Rp25.500 per bulan untuk layanan rawat inap kelas III, Rp42.500 untuk kelas II, dan Rp59.500 untuk kelas I.

Sebagai informasi, BPJS juga tidak membedakan iuran berdasarkan status kesehatan maupun usia.

2. Kecepatan penanganan

Bicara soal kemudahan, asuransi komersial bisa dikatakan lebih unggul karena Anda tak perlu repot-repot mendatangi fasilitas kesehatan 1 (puskesmas/klinik) untuk mendapat rujukan ke rumah sakit. Anda bisa langsung menuju rumah sakit yang bekerjasama untuk berobat.Dengan demikian, Anda bisa mendapatkan kecepatan penanganan. 

Sementara, BPJS memberlakukan pengobatan berjenjang. Peserta BPJS diwajibkan mendatangi fasilitas kesehatan 1 terlebih dahulu sebelum ke rumah sakit. Dokter puskesmas atau klinik akan merujuk Anda ke fasilitas kesehatan tingkat 2 atau 3 jika kondisi Anda memang membutuhkan penanganan spesialistis.

3. Cakupan Rumah Sakit

Cakupan rumah sakit yang bisa dikunjungi pemegang asuransi kesehatan komersial biasaya lebih luas. Sebab, sebagian besar rumah sakit swasta maupun negeri biasanya sudah bekerjasama dengan asuransi kesehatan swasta.

Sementara, tidak semua rumah sakit swasta bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Anda pun tidak bisa memilih ke rumah sakit mana ingin berobat, karena yang menentukan adalah fasilitas kesehatan tingkat 1 (puskesmas/klinik) selaku pemberi rujukan.

Namun, penggunaan asuransi komersial dan BPJS Kesehatan bisa digabungkan satu sama lain. Sehingga, tak ada ruginya memiliki kedua jenis jaminan kesehatan tersebut.


(LOV)