Staf Wakil Bupati Majene Dirampok, Uang Kampanye Lenyap

Lina Herlina    •    Sabtu, 24 Oct 2015 12:39 WIB
perampokan
Staf Wakil Bupati Majene Dirampok, Uang Kampanye Lenyap
Ilustrasi pencurian, Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Majene: Staf Wakil Bupati Majene, Sulawesi Selatan, menjadi korban perampokan di depan rumahnya. Perampok juga menggondol uang Rp130 juta dari tangan staf bernama Imran itu. Uang itu sedianya digunakan untuk membiayai kampanye Calon Bupati Majene Fahmi Massiara-Calon Wakil Bupati Lukman dalam Pilkada 2015.

Kapolres Majene AKBP Sonny Mahar Budi mengatakan Imran masih menjalani perawatan di rumah sakit hingga Sabtu 24 Oktober. Imran masih trauma atas kejadian yang menimpanya dua hari lalu itu.

Kapolres menceritakan kronologi peristiwa yang terjadi sekira pukul 16.00 Wita itu. Imran tengah menunggu Calon Wakil Bupati Majene, Lukman, di depan rumahnya. sebuah mobil berwarna putih berhenti di depan rumah. Seseorang turun dari mobil dan menanyakan alamat pada Imran.

"Lalu Imran ditarik ke dalam mobil. Di dalam mobil, ada empat orang yang tak dikenal," kata Kapolres.

Kemudian, wajahnya ditutup. Imran menduga ia dihipnotis. Lalu mobil meninggalkan Majene keluar kota.

Setibanya di pinggir jalan, korban diturunkan dalam kondisi tak sadarkan diri. Dua telepon genggam dan uang Rp130 juta raib dari tangannya.

Saat kesadarannya kembali, korban mengetahui dirinya berada di wilayah Kabupaten Pinrang. Kemudian, ia menumpang kendaraan umum kembali ke Majene dan melapor ke polisi.

"Dari keterangan korban, dana yang dirampok tersebut  merupakan dana kampanye milik Fahmi Massiara. Kami juga telah mendalami kasus serta mempelajari semua laporan termasuk memeriksa keluarganya, sehingga bisa dilakukan pemgejaran pada pelaku perampokan tersebut,"  tegasnya.


(RRN)