Pemerintah Diminta Ubah Pola Pikir dalam Menanggulangi Asap

Deny Irwanto    •    Sabtu, 24 Oct 2015 13:56 WIB
asap
Pemerintah Diminta Ubah Pola Pikir dalam Menanggulangi Asap
Jarak pandang terhalang akibat kabut asap----Ant/ FB Anggoro

Metrotvnews.com, Jakarta: Bencana asap yang ditimbulkan dari pembakaran hutan di wilayah Sumatra dan Kalimantan masih dirasakan masyarakat hingga saat ini. Upaya penanggulangan yang dilakukan masih dinilai belum maksimal.

Kepala Divisi Kampanye WALHI, Nur Hidayati menilai, selama ini pemerintah hanya mengandalkan hujan untuk bisa memadamkan titik api yang tersebar di wilayah Sumatra dan Kalimantan.

"Selama 18 tahun terakhir itu bencana asap yang ditimbulkan dari bakaran hutan bisa diselesaikan hujan, diselesaikan Tuhan. Hujan turun, tunggu saja hujan turun, 18 tahun kita diselamatkan musim hujan, nah tahun ini hujannya belum turun-turun," kata Nur dalam diskusi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (24/10/2015).

Nur menilai, pemerintahan Jokowi-JK bersama petugas lain telah melakukan penanggulangan dengan serius. Namun, karena banyaknya titik api pada lahan gambut yang tersebar dinilai sulit untuk dipadamkan water bombing.

"Tahun-tahun kemarin ada penindakan, tapi ada hujan, tidak tindakan yang luar biasa," tambahnya.

Karena itu, Nur meminta masyarakat dan pemerintah mengubah pola pikir yang menggantungkan penanganan bencana asap lewat hujan. Supaya, bencana asap tak berlarut-larut hingga menyebabkan jatuh korban jiwa.

"Sekarang ada el nino yang bikin hujan tidak turun, akhirnya kalang kabut. Kita perlu adanya perubahan pola pikir, tapi kalau kita tidak memperbaiki pola pikir akan sulit," tandas Nur.


(TII)