Mengapa YouTube Buat Broadcast Box?

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Sabtu, 24 Oct 2015 16:22 WIB
youtube
Mengapa YouTube Buat Broadcast Box?
Niken Sasmaya, YouTube Online Partnership and Development Manager.

Metrotvnews.com, Jakarta: Bekerja sama dengan Telkomsel Loop, YouTube memperkenalkan Broadcast Box pada hari ini, Sabtu (24/10/2015) di Gandaria City. Salah satu pembicara dalam acara ini adalah Veronica Utami, Head of Marketing, Google Indonesia.

"Broadcast Box ini adalah yang pertama di dunia," kata Veronica. Dia menjelaskan bahwa Broadcast Box memang didesain untuk negara-negara berkembang yang jumlah konten yang diunggah bertumbuh dengan cepat walau masyarakat masih kurang mengerti tentang bagaimana cara mengatur channel mereka atau bahkan bagaimana cara mengunggah video ke YouTube.

Veronica juga menjelaskan bahwa jika Broadcast Box tahun ini sukses, maka tidak tertutup kemungkinan YouTube akan kembali mengadakan Broadcast Box tahun depan.

Pembicara lain yang hadir adalah Niken Sasmaya, YouTube Online Partnership and Development Manager. Dia menjelaskan beberapa masalah yang biasa ditemui oleh kreator YouTube. Salah satunya adalah ketidaktahuan kreator akan hal-hal dasar seperti bagaimana cara mempromosikan videonya atau menggunggah video ke YouTube sendiri.

Terkadang, meski telah memiliki ide akan video yang hendak dibuat, kreator juga tidak tahu bagaimana cara menuangkan ide tersebut ke dalam sebuah video.

Masalah lain yang ada, kata Niken, adalah bahwa para kreator kurang bisa memanfaatkan fitur-fitur yang ada di YouTube. Karena itulah, Broadcast Box juga mengadakan acara workshop di beberapa kota besar di Indonesia.

Niken menjelaskan Broadcast Box juga akan berfungsi sebagai alat untuk mengedukasi kreator tentang bagaimana mengembangkan channel mereka. "Harapannya, mereka akan terus membuat konten video dan dapat hidup dari membuat konten tersebut," kata Niken. Salah satu YouTuber yang saat ini telah mencurahkan seluruh perhatiannya di dunia YouTube adalah Edho Zell.

Sementara itu, Dennis Adishwara, pendiri Layaria, Multi Channel Network, salah satu masalah yang dihadapi oleh kreator adalah adalah dalam hal peralatan. "Terkadang, kami menemui teman-teman kreator yang datang dari berbagai kota yang kesulitan karena tidak punya alat," kata Dennis.


(MMI)