Asep Sedunia Berkumpul Melawan Asap

Antara    •    Minggu, 25 Oct 2015 12:17 WIB
unik
Asep Sedunia Berkumpul Melawan Asap
Foto: Istimewa

Metrotvnews.com, Bandung: Ratusan orang bernama Asep dari berbagai daerah berkumpul mengenakan pakaian putih. Mereka berkumpul untuk mengikuti Konperensi Asep Asep, di Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu, 25 Oktober.

"Yang konfirmasi pendaftaran ada 400 orang lebih, namun tadi saya cek di daftar absen, yang telah hadir ada sekitar 150 orang," kata Ketua Program Sosial Paguyuban Asep Dunia, Asep Benny, di sela-sela acara, seperti dilansir Antara.

Berdasarkan data dari penerima tamu acara tersebut, ada tiga orang perempuan yang salah satu suku kata namanya dibubuhi "asep" telah mendaftar untuk mengikuti Konperensi Asep-Asep ini.

Paguyuban Asep Dunia (PAD) merupakan gerakan sosial yang pada awalnya lahir di dunia maya sejak tahun 2008. Presiden Paguyuban Asep Dunia, Asep Kambali mengatakan perkumpulan tersebut didirikan bukan untuk bermaksud mengeksklusifitaskan diri orang-orang yang bernama Asep.

"Kami, para pendiri PAD menyadari, bahwa saat ini nama Asep sudah jarang diberikan oleh orang tua sebagai nama kepada anaknya. Untuk itu nama Asep perlu dilestarikan, karena tidak saja identik dengan nama orang Indonesia tetapi juga menunjukan identitas suku Sunda," kata Asep Kambali.

Nama Asep dalam istilah bahasa Sunda, berasal dari kata kasep, yang berarti ganteng. Nama Asep sering kali mempunyai turunannya seperti Acep, Atep, dan Cecep.

Acara Konperensi Asep Asep 2015 diselenggarakan di kawasan The De'Tuik Bojong Koneng Atas, Bandung. Pada acara ini akan dibahas soal-soal keorganisasian, selanjutnya pada pukul 14.00-17.00 peserta akan menuju Saung Angklung Udjo Bandung.

Dalam Konperensi itu, mereka juga berkomitmen untuk menggalang dana membantu melawan kabut asap yang terjadi di Sumatra dan Kalimantan. "Ini merupakan bentuk kepedulian saya dan rekan saya lainnya bernama Asep terhadap kondisi terkini di Indonesia, yakni bencana asap," ujar Asep Beny.

Menurutnya, Paguyuban Asep Dunia akan mengenalkan program Arjuna atau Asep Resque Terjun Terhadap Bencana. "Program Arjuna ini akan digagas dalam kepengurusan selanjutnya," kata Asep yang menjabat sebagai Ketua Program Sosial Paguyuban Asep Dunia.

Bergelut dengan dunia kebencanaan, terutama bencana kabut asap bukanlah hal baru bagi Asep Beny. "Saya secara pribadi terjun ke bencana sudah tiga tahun terakhir ini, terakhir fokus ke lokasi bencana asap dengan Dompet Dhuafa, seperti ke Palembang, Jambi, Pontianak, Kalimantan Tengah sama ke Riau," kata dia.

Kepeduliannya terhadap masalah sosial, khususnya penanganan bencana alam sejalan dengan kinerja dari Paguyuban Asep Dunia.

"Di bawah Paguyuban Asep Dunia ini, isinya itu kegiatan sosial budaya, saya usahakan program ke depan punya korelasi yang banyak dengan kegiatan sosial," kata pria yang menjabat Direktur Disaster Management Center Dompet Dhuafa ini.

Presiden Paguyuban Asep Dunia, Asep Kambali mengapresiasi aksi kepedulian yang dilakukan oleh salah satu anggotanya tersebut. "Kami menilai apa yang dilakukan saudara Asep Beny tersebut bagus dan memang basic-nya beliau itu bergelut dengan dunia kebencanaan, yakni ACT (aksi cepat tanggap)," kata Asep Igun.


(UWA)